
Deteksi hepatitis B dapat dilakukan dengan tes tusuk jari

Seorang tenaga kesehatan menunjukkan alat uji hepatitis B di Kampala, Uganda, pada 28 Juli 2022. (Xinhua/Nicholas Kajoba)
Tes tusuk jari (fingerstick test) sederhana untuk mendeteksi DNA hepatitis B memiliki tingkat akurasi yang setara dengan pengujian laboratorium standar.
Sydney, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah uji coba pertama di dunia yang dilakukan di Australia menemukan bahwa tes tusuk jari (fingerstick test) sederhana untuk mendeteksi DNA hepatitis B memiliki tingkat akurasi yang setara dengan pengujian laboratorium standar, membuka jalan bagi akses yang lebih luas di daerah terpencil dan memiliki keterbatasan sumber daya.
Dipublikasikan dalam Journal of Clinical Microbiology, studi tersebut menunjukkan bahwa pengujian di tempat perawatan (point-of-care-testing/POCT) dapat memberikan hasil dalam waktu satu jam dan dilakukan di klinik terdesentralisasi, mengatasi keterlambatan yang disebabkan oleh pengujian berbasis laboratorium, menurut pernyataan dari Institut Kirby di Universitas New South Wales Australia pada Kamis (5/2).
"Hasil uji coba kami menemukan bahwa POCT dengan metode tusuk jari sangat akurat, hampir sama akuratnya dengan tes tradisional," ujar Profesor Gail Matthews yang memimpin penelitian tersebut di Institut Kirby.
Temuan ini berpotensi untuk "memperluas akses ke pengujian dan pengobatan secara global", terutama di daerah-daerah di mana akses ke pengujian terbatas, kata Matthews.
Hepatitis B, infeksi virus yang menyerang organ hati, diperkirakan diderita oleh sekitar 254 juta orang di seluruh dunia dan menyebabkan lebih dari 1 juta kematian setiap tahun, menurut data.
Meski dapat dicegah dengan vaksin, hanya sekitar 8 persen dari mereka yang menderita hepatitis B kronis menjalani pengobatan, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Tes baru itu dapat mendukung upaya global untuk mencapai target WHO dalam mengeliminasi hepatitis B sebagai ancaman kesehatan masyarakat per 2030, imbuh pernyataan tersebut.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Tim peneliti terapkan AI dalam perawatan mata
Indonesia
•
05 Sep 2025

Feature – ‘RoboCop’ berbasis AI ambil alih tugas lalu lintas di kota-kota China
Indonesia
•
19 Jan 2026

SpaceX bakal luncurkan misi baru untuk ‘spacewalk’ komersial pertama dalam sejarah
Indonesia
•
28 Aug 2024

China berkontribusi pada pembangunan hijau global lewat inovasi teknologi rendah karbon
Indonesia
•
20 Jul 2023


Berita Terbaru

Ilmuwan China ungkap alasan nyeri memburuk pada malam hari
Indonesia
•
21 Mar 2026

Rusia targetkan pembangunan PLTN di Bulan dalam 5-7 tahun
Indonesia
•
20 Mar 2026

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026
