
Misi Juno NASA dapati Jupiter lebih kecil dan pipih dari perkiraan sebelumnya

Foto yang diabadikan pada 18 Januari 2026 ini memperlihatkan pemandangan planet Jupiter dan rasi bintang Orion di Kota Jiamusi, Provinsi Heilongjiang, China timur laut. (Xinhua/Zhu Zongqiang)
Data dari misi Juno NASA menunjukkan bahwa Jupiter, planet terbesar di tata surya, sedikit lebih kecil dan lebih "pipih" dari perkiraan sebelumnya.
Los Angeles, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Data dari misi Juno NASA menunjukkan bahwa Jupiter, planet terbesar di tata surya, sedikit lebih kecil dan lebih "pipih" dari perkiraan sebelumnya, demikian disampaikan badan antariksa Amerika Serikat (AS) tersebut pada Rabu (4/2).
Dengan menganalisis data okultasi radio dari 13 kali terbang lintas (flyby) di dekat Jupiter dan memperhitungkan efek angin zonal, para ilmuwan misi menemukan bahwa raksasa gas tersebut sekitar 8 km lebih kecil pada jari-jari ekuator dan 24 km lebih pendek pada jari-jari kutub, menurut penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Astronomy.
Okultasi radio digunakan untuk "melihat" menembus awan tebal dan buram di atmosfer Jupiter guna memahami struktur internalnya, kata NASA. Dalam sebuah eksperimen okultasi, Juno mengirimkan sinyal radio ke Jaringan Luar Angkasa Dalam NASA di Bumi. Saat sinyal tersebut melewati ionosfer Jupiter, sinyal itu dibelokkan dan ditunda oleh gas-gas atmosfer.
Dengan mengukur perubahan frekuensi sinyal, para peneliti dapat menentukan suhu, tekanan, dan kepadatan elektron pada berbagai kedalaman di atmosfer Jupiter, tambah NASA.
Radius presisi Jupiter berfungsi sebagai standar kalibrasi utama untuk pemodelan eksoplanet raksasa di sistem bintang lain. Pemahaman yang lebih akurat tentang bentuk planet ini akan membantu para astronom menafsirkan dengan lebih baik pengamatan terhadap planet-planet berjarak jauh yang melintas di depan bintang induknya, papar badan antariksa tersebut.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Ilmuwan temukan solusi atasi efek samping imunoterapi pada pasien kanker
Indonesia
•
01 Oct 2023

Wahana penjelajah NASA temukan potensi tanda biologis di Mars
Indonesia
•
11 Sep 2025

Taiwan ciptakan sistem ‘Android’ untuk mobil listrik
Indonesia
•
24 Mar 2021

Peneliti temukan sinyal awal demensia yang sering diabaikan banyak orang
Indonesia
•
22 Jul 2026


Berita Terbaru

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026

Dibekali kamera 200MP, Huawei nova 16s Series 5G resmi meluncur di Indonesia
Indonesia
•
22 Oct 2026

Feature – Karya AI terjual 19,4 miliar rupiah, apakah ini bisa disebut karya seni?
Indonesia
•
21 Oct 2026

Mikroskop nirkabel 1 gram mampu rekam 8.500 ‘neuron’ sekaligus
Indonesia
•
21 Oct 2026
