Sehelai rambut bisa buktikan kekuatan ikatan ibu dan anak

Ilustrasi. (Liv Bruce on Unsplash)
Kadar oksitosin yang lebih tinggi dalam rambut sang ibu secara signifikan memprediksi interaksi keterbukaan emosional yang lebih tinggi, sensitif, dan suportif dalam sesi bermain yang diamati selama 20 menit. Efek ini paling jelas terlihat ketika kadar oksitosin anak itu sendiri berada pada level rendah atau sedang.
Yerusalem, Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah metode baru yang mengukur kadar hormon oksitosin dalam rambut mampu memprediksi seberapa kuat ikatan antara ibu dan anaknya, ungkap Universitas Ben-Gurion di Negev, Israel, dalam sebuah pernyataan pada Rabu (4/2).
Diterbitkan dalam jurnal European Neuropsychopharmacology, penelitian ini menganalisis sampel rambut dari 28 ibu beserta anak-anaknya (usia rata-rata 4,5 tahun), yang memberikan gambaran profil hormonal stabil selama tiga bulan. Berbeda dengan uji air liur yang bersifat sementara, metode ini mampu mengukur kadar oksitosin dalam jangka panjang.
Penelitian tersebut menemukan bahwa kadar oksitosin yang lebih tinggi dalam rambut sang ibu secara signifikan memprediksi interaksi keterbukaan emosional yang lebih tinggi, sensitif, dan suportif dalam sesi bermain yang diamati selama 20 menit. Efek ini paling jelas terlihat ketika kadar oksitosin anak itu sendiri berada pada level rendah atau sedang.
Oksitosin merupakan hormon yang memiliki peran sentral dalam ikatan sosial dan pola asuh orangtua.
Temuan-temuan ini menetapkan kadar oksitosin rambut sebagai penanda biologis baru untuk memahami landasan dari hubungan keluarga yang kuat dan penuh kasih sayang serta perkembangan anak.
Laporan: Redaksi
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Dua bayi binturong lahir di Bandung Zoo
Indonesia
•
31 May 2025

Anggota parlemen Ukraina di Taiwan ingin belajar keamanan siber
Indonesia
•
25 Oct 2022

Singapura minta platform media sosial respons lebih cepat konten berbahaya
Indonesia
•
06 Mar 2025

Peneliti China kembangkan e-skin dengan regulasi isotermal
Indonesia
•
04 Jan 2024
Berita Terbaru

Mutasi genetika hambat pengobatan skizofrenia baru
Indonesia
•
05 Feb 2026

Kesendirian berlebihan bisa picu gangguan kecemasan
Indonesia
•
04 Feb 2026

Studi ungkap Jupiter ternyata lebih kecil dan lebih pipih dari perkiraan sebelumnya
Indonesia
•
03 Feb 2026

Pankreas buatan bantu pengidap diabetes akhiri injeksi insulin harian
Indonesia
•
03 Feb 2026
