Studi ungkap mekanisme ekologis efek semak di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet

Foto yang diabadikan dengan menggunakan ponsel pada 13 Mei 2021 ini menunjukkan padang rumput di tepi danau di wilayah Dinggye, Daerah Otonom Tibet, China barat daya. (Xinhua/Shen Hongbing)
Studi mekanisme ekologis efek semak di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet menunjukkan bahwa semak tidak secara signifikan mengubah kekayaan dan dispersi fungsional komunitas nematoda, tetapi secara signifikan menurunkan keragaman beta fungsional, dalam pola homogenisasi fungsional di daerah tersebut.
Lanzhou, China (Xinhua) – Sejumlah peneliti China mengungkap mekanisme ekologis efek semak di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet dengan menyelidiki keragaman fungsional komunitas bawah tanah.Studi ini meningkatkan pemahaman tentang perubahan iklim global pada komunitas nematoda di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet, kata Xiao Sa, seorang profesor di Fakultas Ekologi Universitas Lanzhou sekaligus pemimpin studi tersebut.Penggunaan lahan dan perubahan iklim mengubah pola keanekaragaman hayati dan fungsi ekosistem secara global, dengan perambahan semak menjadi perhatian utama.Tim studi itu melakukan survei skala besar serta mengambil sampel tanaman dan sampel tanah dari dalam dan luar semak dari semak belukar dominan di 31 lokasi semak yang tersebar luas di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet.Para peneliti mengumpulkan ciri-ciri fungsional dan menghitung keragaman alfa dan beta komunitas nematoda.Hasil studi tersebut menunjukkan bahwa semak tidak secara signifikan mengubah kekayaan dan dispersi fungsional komunitas nematoda, tetapi secara signifikan menurunkan keragaman beta fungsional, dalam pola homogenisasi fungsional di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet.Studi ini memberikan dasar teori baru untuk memahami lebih lanjut tentang perubahan keanekaragaman hayati dan fungsi ekosistem di dataran tinggi.Hasil studi mekanisme ekologis semak tersebut dimuat dalam jurnal Global Change Biology.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Studi: Vaksinasi selama kehamilan lindungi bayi baru lahir
Indonesia
•
16 Feb 2022

Peneliti Bangladesh temukan mikroplastik dalam gula dan kantong teh celup
Indonesia
•
18 Jun 2022

Tim astronaut misi Shenzhou-15 China akan kembali ke Bumi pada Juni
Indonesia
•
14 Mar 2023

Peta gen padi sediakan sumber daya untuk pengembangan varietas yang lebih unggul
Indonesia
•
21 Apr 2025
Berita Terbaru

Stasiun Mohe, stasiun penerima data satelit paling utara di China
Indonesia
•
30 Jan 2026

Ilmuwan kembangkan kristal baru, capai terobosan dalam ‘output’ laser ultraviolet vakum
Indonesia
•
30 Jan 2026

Tim ilmuwan manfaatkan baterai kuantum untuk jadi pemasok daya super bagi komputer kuantum
Indonesia
•
30 Jan 2026

Feature – Ekspedisi China ungkap fenomena bukaan es di Antarktika
Indonesia
•
30 Jan 2026
