
Sampel Chang'e-6 buktikan kawah tumbukan tertua di Bulan terbentuk 4,25 miliar tahun silam

Para peneliti menimbang berat sampel Bulan dari misi Chang'e-6 dalam sebuah upacara pembukaan kapsul pembawa pulang (returner) di Akademi Teknologi Antariksa China (China Academy of Space Technology/CAST), yang berada di bawah naungan China Aerospace Science and Technology Corporation, di Beijing, ibu kota China, pada 26 Juni 2024. (Xinhua/Jin Liwang)
Kawah tumbukan tertua dan terbesar di Bulan, yaitu Cekungan Kutub Selatan-Aitken (South Pole-Aitken/SPA), terbentuk 4,25 miliar tahun silam.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Berdasarkan penelitian pada sampel Bulan yang dikumpulkan oleh misi Chang'e-6, sebuah tim ilmuwan China mengonfirmasi bahwa kawah tumbukan tertua dan terbesar di Bulan, yaitu Cekungan Kutub Selatan-Aitken (South Pole-Aitken/SPA), terbentuk 4,25 miliar tahun silam. Penemuan ini memberikan wawasan yang sangat penting dalam memahami evolusi awal Bulan dan tata surya.Menurut jurnal penelitian yang diterbitkan pada Jumat (21/3) di National Science Review, tim yang dipimpin oleh Chen Yi dari Institut Geologi dan Geofisika di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS), telah menganalisis sampel yang dikumpulkan oleh misi Chang'e-6, dan dengan tepat menetapkan usia pembentukan cekungan SPA hingga 4,25 miliar tahun silam.Cekungan SPA, sebuah bekas berukuran sangat besar yang membentang di sisi jauh Bulan, kemungkinan terbentuk selama rentetan asteroid yang menghantam sebagian besar tata surya dalam beberapa ratus juta tahun pertama sejak terbentuk. Namun, masih sangat sulit untuk menentukan usia dari cekungan tersebut.Mengingat perkiraan tidak langsung mengenai waktu terjadinya tumbukan SPA berkisar antara 4,26 hingga 4,35 miliar tahun silam, para ilmuwan planet telah lama menunggu untuk mendapatkan bukti langsung, yaitu sampel batuan dari cekungan SPA itu sendiri, untuk mengungkap misteri Bulan dan tata surya.Misi Chang'e-6 China mengumpulkan sampel pertama dari cekungan SPA dan membawanya kembali ke Bumi. Pencapaian ini akhirnya memberikan kesempatan yang telah lama dinanti-nantikan untuk penentuan usia langsung cekungan SAP.Namun, wahana pendarat (lander) Chang'e-6 saat itu mendarat di area basal mare di Cekungan Apollo, yang berada di dalam Cekungan SPA. Area ini telah mengalami beberapa tumbukan dan letusan basaltik setelah tumbukan SPA, sehingga sampel Bulan yang dibawa Chang'e-6 mengandung fragmen material dari periode yang berbeda. Hal ini menimbulkan tantangan dalam penentuan usia yang akurat dari cekungan SPA."Peristiwa tumbukan SPA menghasilkan lapisan lelehan yang sangat besar," papar Chen. "Untuk menentukan usia pembentukannya dengan tepat, pertama-tama kita perlu mengidentifikasi produk-produk dari lapisan lelehan tumbukan ini dalam sampel bulan Chang'e-6."Para peneliti memeriksa sekitar 1.600 fragmen dari 5 gram sampel, mengidentifikasi 20 fragmen norit (norite clasts) representatif dengan tekstur, mineralogi, dan geokimia yang mengindikasikan asal mula tumbukan.Melalui penanggalan yang tepat menggunakan metode lead-lead pada mineral yang mengandung zirkonium dalam fragmen-fragmen ini, tim peneliti tersebut menemukan bukti adanya dua peristiwa tumbukan yang berbeda pada 4,25 dan 3,87 miliar tahun silam. Norite yang lebih tua, yang berasal dari 4,25 miliar tahun silam, menunjukkan karakteristik struktural dan komposisional yang mengindikasikan bahwa mereka mengkristal pada tingkat yang berbeda dalam lapisan lelehan yang sama yang dihasilkan oleh tumbukan SPA.Survei geologis ekstensif dan analisis litologi komparatif dari cekungan SPA sangat mengindikasikan bahwa usia tumbukan yang lebih tua, yaitu 4,25 miliar silam, kemungkinan besar merepresentasikan waktu terjadinya tumbukan SPA, ujar Chen.Menurut studi tersebut, temuan ini memberikan bukti langsung pertama yang berbasis sampel bahwa cekungan tumbukan terbesar di Bulan terbentuk sekitar 320 juta tahun setelah awal terbentuknya tata surya. Usia definitif 4,25 miliar tahun untuk cekungan SPA dapat menjadi titik acuan penting untuk menyempurnakan kronologi tumbukan Bulan dan membangun urutan temporal yang lebih lengkap dari evolusi awal Bulan.Wahana penjelajah Bulan Chang'e-6 diluncurkan dari China pada 3 Mei 2024. Pada 25 Juni 2024, wahana pendarat (lander) Chang'e-6 mendarat di China utara dan berhasil membawa pulang 1.935,3 gram sampel dari sisi jauh Bulan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China akan percepat pembangunan sistem daur ulang limbah
Indonesia
•
10 Feb 2024

Penelitian: Perubahan iklim terjadi sejak lebih dari 8.000 tahun lalu
Indonesia
•
08 Feb 2022

China rencanakan misi pertahanan untuk cegah ancaman asteroid dekat Bumi
Indonesia
•
01 May 2023

China akan luncurkan lebih dari 200 pesawat luar angkasa pada 2023
Indonesia
•
19 Jan 2023


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
