China bantah AI-nya “meniru” AS: Kami membangunnya dengan kekuatan sendiri

Sejumlah robot humanoid sedang bertarung dalam pertandingan 'kickboxing' di ajang World Humanoid Robot Games 2025 di Beijing, ibu kota China, pada 15 Agustus 2025. (Xinhua/Ju Huanzong)

Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Seorang juru bicara (jubir) China pada Rabu (9/9) menepis tuduhan yang menyebut perusahaan-perusahaan kecerdasan buatan (AI) China "meniru" teknologi dari perusahaan-perusahaan Amerika Serikat (AS), seraya mengatakan bahwa pengembangan AI di negaranya didorong oleh kemandirian dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).

"Pengembangan AI China merupakan hasil dari kemandirian tingkat tinggi serta kekuatan di bidang iptek, sekaligus mendapat manfaat dari komitmen China terhadap konsultasi yang luas, kontribusi bersama, dan manfaat bersama, serta keterbukaan dan kerja sama," ujar Mao Ning, jubir Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China.

"Kami meyakini semua pihak perlu memperkuat kerja sama serta memastikan pengembangan AI bersifat terbuka dan inklusif, serta mendorong kesejahteraan umat manusia dan menjadi kekuatan untuk kebaikan bagi semua," ujarnya dalam sebuah konferensi pers.

Mao menyatakan harapan agar pihak AS secara sungguh-sungguh menindaklanjuti kesepahaman penting yang dicapai oleh kedua kepala negara serta berhenti melontarkan tuduhan tak berdasar untuk mencoreng nama baik China.

"China dan AS, sebagai dua negara besar di bidang AI, harus memperkuat kerja sama," ujarnya.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait