
Teleskop raksasa China ungkap semburan relativistik lubang hitam

Foto panorama dari udara yang diabadikan pada 26 Juli 2023 ini menunjukkan Teleskop Radio Sferikal Apertur Lima ratus meter (Five-hundred-meter Aperture Spherical Radio Telescope/FAST) China di Provinsi Guizhou, China barat daya. (Xinhua/Ou Dongqu)
Semburan relativistik lubang hitam terungkap oleh sejumlah astronom China dengan menggunakan Teleskop Radio Sferikal Apertur Lima ratus meter (Five-hundred-meter Aperture Spherical Radio Telescope/FAST) milik negara tersebut.
Beijing, China (Xinhua) – Sebuah tim penelitian internasional yang dipimpin oleh sejumlah astronom China mengungkap karakteristik dinamis yang kompleks dari semburan relativistik lubang hitam, menurut studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature.Semburan relativistik yang kuat merupakan salah satu karakteristik lubang hitam yang mengalami akresi, dan GRS 1915+105 merupakan lubang hitam biner sinar-X terkenal yang berputar cepat dengan semburan relativistik, yang disebut sebagai ‘microquasar’, seperti ditunjukkan oleh gerakan superluminal emisi radionya, papar studi itu.Lubang hitam itu telah menunjukkan aktivitas sinar-X yang persisten dalam 30 tahun terakhir, dengan osilasi kuasi-periodik pada gelombang sinar-X tersebut.Dari 2020 hingga 2022, tim peneliti dari Departemen Astronomi Universitas Wuhan, Observatorium Astronomi Nasional (National Astronomical Observatories) di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences), dan beberapa institusi lainnya menggunakan Teleskop Radio Sferikal Apertur Lima ratus meter (Five-hundred-meter Aperture Spherical Radio Telescope/FAST) milik China, teleskop radio dengan piringan tunggal terbesar di dunia, untuk mengamati perubahan cahaya spektrum radio yang kontinu dan polarisasi GRS 1915+105.Dengan tingginya pengambilan sampel dan sensitivitas FAST, tim peneliti itu berhasil mendeteksi dua peristiwa osilasi periodik transien sekitar 0,2 detik masing-masing pada Januari 2021 dan Juni 2022.
Foto eksposur panjang yang diabadikan pada 25 Juli 2022 ini menunjukkan Teleskop Radio Sferikal Apertur Lima ratus meter (Five-hundred-meter Aperture Spherical Radio Telescope/FAST) milik China saat sedang dalam proses pemeliharaan di Provinsi Guizhou, China barat daya. (Xinhua/Ou Dongqu)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Tim peneliti berbasis di China kembangkan metode tes cepat virus cacar monyet
Indonesia
•
31 Oct 2022

Jumlah lumba-lumba tanpa sirip Yangtze di China lampaui 1.200 ekor
Indonesia
•
01 Mar 2023

Tim peneliti China rilis peta karbon organik untuk kawasan tanah hitam global
Indonesia
•
25 Nov 2023

PLTN generasi ke-4 pertama di dunia mulai beroperasi secara komersial di China
Indonesia
•
08 Dec 2023


Berita Terbaru

Superkomputer China LineShine puncaki TOP500, jadi yang pertama tembus 2 EFLOPS
Indonesia
•
26 Jun 2026

Terobosan AI medis! Teknologi ini bisa membantu mendeteksi skizofrenia lewat gelombang otak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Masayoshi Son: SoftBank fokus pada AI, cip, infrastruktur, dan robotik untuk percepat ekspansi
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Hampir 40 tahun jelajahi hutan, profesor BRIN temukan tiga spesies baru kantong semar, selamatkan Nepenthes Indonesia
Indonesia
•
25 Jun 2026
