
Studi: Keanekaragaman pohon berikan ketahanan lebih kuat terhadap kekeringan

Foto dari udara yang diabadikan pada 16 Agustus 2022 ini menunjukkan pemandangan taman hutan Donghu di Jinzhou, Provinsi Liaoning, China timur laut. (Xinhua/Yang Qing)
Keanekaragaman spesies pohon yang dimiliki hutan, membuat hutan tersebut semakin tahan terhadap kekeringan, dan sebaliknya, hutan dengan sedikit spesies seperti hutan tanah kering, dengan hanya dua atau tiga spesies pohon, mempunyai tingkat ketahanan terhadap kekeringan yang rendah.
Beijing, China (Xinhua) – Kekuatan hutan bukan hanya tentang jumlah pohon namun juga keanekaragaman spesies pohon. Sebuah studi baru menemukan bahwa semakin banyak spesies pohon yang dimiliki hutan, maka semakin tahan pula hutan tersebut terhadap kekeringan.Tim peneliti dari Institut Penelitian Dataran Tinggi Tibet di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS) mengungkapkan bahwa keanekaragaman spesies pohon dapat meningkatkan ketahanan terhadap kekeringan.Dengan menyusun basis data spesies pohon di lebih dari 700.000 petak hutan, tim peneliti itu memetakan efek keanekaragaman spesies pada ketahanan hutan terhadap kekeringan dalam skala global.Mereka menemukan bahwa hutan yang kaya akan spesies seperti hutan tropis berdaun lebar yang lembap, yang memiliki rata-rata total 65 spesies pohon, menunjukkan tingkat ketahanan terhadap kekeringan tertinggi. Sebaliknya, hutan dengan sedikit spesies seperti hutan tanah kering, dengan hanya dua atau tiga spesies pohon, menunjukkan tingkat ketahanan terhadap kekeringan terendah.Dalam studi tersebut, para peneliti juga membuat prediksi mengenai efek keanekaragaman spesies, menyatakan bahwa konversi hutan dari hutan monokultur saat ini menjadi lahan pepohonan dengan spesies campuran dapat meningkatkan ketahanan terhadap kekeringan, dengan peningkatan terbesar terjadi di hutan kering."Kami memperkirakan bahwa mengubah lahan hutan saat ini dari satu spesies menjadi campuran empat spesies dapat meningkatkan ketahanan lahan hutan terhadap kekeringan di seluruh dunia sebesar 3,2 persen, dengan manfaat yang lebih besar pada hutan kering dan yang rawan kekeringan," ujar kepala peneliti Wang Tao.Penemuan tersebut, yang dirilis dalam jurnal Nature Geoscience pada awal pekan ini, memberikan bukti bahwa keanekaragaman spesies dapat membantu hutan membendung kekeringan yang intens dan kerap melanda, yang dapat terjadi sebagai akibat dari pemanasan global."Memulihkan keanekaragaman spesies dan menanam banyak spesies (pohon) harus digolongkan ke dalam kebijakan hutan, terutama untuk hutan kering," kata Liu Dan, penulis utama studi itu.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Gudang benih Svalbard terima 21.000 lebih sampel benih baru dari Bank Gen Global
Indonesia
•
28 Oct 2025

Populasi panda penangkaran di dunia capai 757 ekor
Indonesia
•
28 Nov 2024

Terobosan dalam teknologi katalis China mungkinkan produksi hidrogen yang lebih tahan lama
Indonesia
•
20 Feb 2025

Astronom gunakan LAMOST untuk lacak 1.300 lebih kuasar baru di balik bidang galaksi
Indonesia
•
20 Apr 2025


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
