
China luncurkan platform mahadata untuk pengembangan industri padi

Foto yang diabadikan pada 20 Juli 2022 ini menunjukkan mesin penanam benih padi nirawak sedang menanam benih padi di sebuah sawah di wilayah Nanchang, Provinsi Jiangxi, China timur. (Xinhua/Wan Xiang)
Platform mahadata industri padi yang diluncurkan oleh China berfokus pada pembuatan, pengumpulan, penyimpanan, pemrosesan, analisis, dan layanan data tentang industri padi, serta mencakup seluruh rantai industri yang melibatkan produksi, penyimpanan, pasar, perdagangan, konsumsi, maupun ilmu pengetahuan dan teknologi terkait padi.
Sanya, China (Xinhua) – China telah meluncurkan platform mahadata (big data) untuk keseluruhan rantai industri padi, yang diharapkan dapat mendorong proses digitalisasi dan informatisasi industri padi di negara tersebut.Institut Penelitian Padi Nasional China (China National Rice Research Institute/CNRRI) memimpin pendirian platform tersebut, yang berfokus pada pembuatan, pengumpulan, penyimpanan, pemrosesan, analisis, dan layanan data tentang industri padi, serta mencakup seluruh rantai industri yang melibatkan produksi, penyimpanan, pasar, perdagangan, konsumsi, maupun ilmu pengetahuan dan teknologi terkait padi, menurut China Seed Congress and Nanfan Agricultural Silicon Valley Forum 2023 yang sedang berlangsung di Sanya, Provinsi Hainan, China selatan."Platform itu secara berkala akan memublikasikan laporan otoritatif tentang indeks terkait padi untuk meningkatkan keseluruhan tingkat layanan dan kemampuan industri itu. Platform tersebut dapat menghubungkan para pengguna terminal secara akurat, dan memberikan beragam layanan, seperti identifikasi cerdas dari produksi benih padi, hama serangga dan penyakit padi, panduan jarak jauh, serta pengumpulan dan analisis data," ujar Xu Chunchun, wakil direktur di pusat informasi ilmu pengetahuan dan teknologi CNRRI."Di masa mendatang, platform ini akan ditingkatkan dari platform data menjadi platform layanan untuk menciptakan ekosistem digital industri padi yang memiliki cakupan penuh produksi digital dan penghubungan jaringan layanan," imbuh Xu.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Populasi ‘porpoise’ tanpa sirip Yangtze meningkat di Sungai Yangtze, China
Indonesia
•
08 Sep 2024

Memasuki musim berkembang biak, kawanan antelop Tibet memulai migrasi tahunan
Indonesia
•
06 May 2025

Studi ungkap cara bunga matahari maksimalkan penyerapan sinar matahari secara kolektif
Indonesia
•
20 Aug 2024

Studi sebut erosi sungai tingkatkan peninggian Gunung Qomolangma baru-baru ini
Indonesia
•
02 Oct 2024


Berita Terbaru

Sinar matahari bisa ubah limbah plastik jadi bahan bakar bersih
Indonesia
•
30 Apr 2026

Peneliti buat peta pertama untuk reseptor penciuman di hidung
Indonesia
•
30 Apr 2026

Ada mikroplastik di dalam otak manusia, peneliti ungkap pola distribusinya
Indonesia
•
30 Apr 2026

Pupuk organik dongkrak hasil panen di tengah tekanan pasokan akibat konflik Timur Tengah
Indonesia
•
30 Apr 2026
