Stok darah O di AS tinggal kurang dari sehari, Palang Merah umumkan krisis nasional

Foto yang diabadikan pada 10 Juni 2026 ini menunjukkan bagian luar Los Angeles Stadium menjelang Piala Dunia FIFA di Los Angeles, Amerika Serikat. (Xinhua/Bai Xuefei)

Los Angeles, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Palang Merah Amerika Serikat (AS) mengumumkan krisis pasokan darah nasional, yang kedua kalinya dalam sejarah, setelah jumlah pendonor turun ke level terendah selama musim panas dalam empat tahun terakhir.

Palang Merah AS pada Senin (27/7) mengatakan pihaknya telah mulai membatasi distribusi darah golongan O ke rumah sakit individual seiring jumlah permintaan terus melebihi pasokan.

Saat ini, mereka hanya memiliki pasokan darah golongan O positif untuk kebutuhan kurang dari satu hari di tingkat nasional, kata organisasi tersebut dalam sebuah pernyataan.

Golongan darah O positif merupakan golongan darah yang paling sering ditransfusikan, yang meliputi sekitar 60 persen dari distribusi darah Palang Merah, dan dapat diberikan secara aman kepada sekitar 80 persen pasien, kata organisasi itu.

Suhu panas ekstrem, kualitas udara yang buruk, dan meluasnya penyakit akibat konsumsi makanan turut berkontribusi terhadap penurunan jumlah pendonor selama musim panas tahun ini, yang kian memperparah krisis pasokan darah nasional, menurut pernyataan tersebut.

Chris Hrouda, presiden Layanan Biomedis Palang Merah, mengatakan organisasi tersebut, sebagai penyedia produk darah terbesar di AS, telah "bekerja tanpa kenal lelah" untuk memperkuat pasokan darah bagi mitra-mitra rumah sakitnya.

"Setiap donasi berpotensi membantu menyelamatkan nyawa, dan kami sangat mengharapkan setiap orang yang memenuhi syarat untuk membuat janji temu guna menyumbangkan darah sesegera mungkin," ujar Hrouda.

Palang Merah AS mendeklarasikan krisis darah nasional pertamanya pada Januari 2022 ketika AS bergulat dengan dampak berkepanjangan pandemi COVID-19.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait