Dorong angka kelahiran, China kucurkan 100 miliar yuan untuk anak balita

Seorang guru bermain dengan anak-anak dari kelas prasekolah di sebuah taman kanak-kanak di Kota Jining, Provinsi Shandong, China timur, pada 6 November 2025. (Xinhua/Guo Xulei)

Program subsidi penitipan anak yang diluncurkan pada 2025 tersebut memberikan subsidi sebesar 300 yuan per bulan untuk setiap anak berusia di bawah tiga tahun.

 

Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – China mengalokasikan lebih dari 100 miliar yuan atau sekitar 14,5 miliar dolar AS untuk subsidi penitipan anak, kata pejabat kesehatan tertinggi negara itu pada Sabtu (7/3), sebagai bagian dari upaya untuk membangun masyarakat yang lebih ramah kelahiran.

*1 yuan = 2.488 rupiah

**1 dolar AS = 16.886 rupiah

Program subsidi nasional yang diluncurkan pada 2025 tersebut memberikan subsidi sebesar 300 yuan per bulan untuk setiap anak berusia di bawah tiga tahun.

Otoritas fiskal di semua tingkatan di seluruh negara itu telah mengalokasikan dana untuk subsidi tersebut, termasuk lebih dari 90 miliar yuan dari pemerintah pusat, kata Lei Haichao, kepala Komisi Kesehatan Nasional (National Health Commission/NHC) China, dalam konferensi pers di sela-sela sesi tahunan badan legislatif tertinggi China.

Lebih dari 33 juta anak yang memenuhi syarat sejauh ini telah tercakup dalam program tersebut, kata Lei, seraya menambahkan bahwa pembayaran itu membantu keluarga membesarkan anak-anak mereka serta mendukung perkembangan sehat mereka.

‘Masyarakat ramah kelahiran’ menjadi aspek kunci dalam draf garis besar Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030), yang saat ini tengah dikaji dalam sesi legislatif yang sedang berlangsung.

Ini memerlukan penyempurnaan kebijakan dan insentif untuk menggenjot angka kelahiran; secara efektif menurunkan biaya persalinan, pengasuhan, dan pendidikan; berupaya menstabilkan jumlah kelahiran bayi; serta mendorong perkembangan populasi yang seimbang dalam jangka panjang.

"Periode Rencana Lima Tahun ke-15 merupakan tahap krusial bagi perkembangan kependudukan China," kata He Dan, kepala Pusat Penelitian Kependudukan dan Pembangunan China di bawah Komisi Kesehatan Nasional China. Dia menambahkan negara itu akan mengambil langkah-langkah sistematis, mulai dari perencanaan dan pendanaan hingga perumusan kebijakan, untuk secara efektif meningkatkan keinginan masyarakat memiliki anak.

Selain subsidi langsung, berbagai langkah sedang dilakukan untuk mendorong perkembangan populasi negara itu.

"Dalam setahun terakhir saja, 890.000 slot penitipan anak berbasis kepentingan publik telah ditambahkan, sehingga totalnya menjadi 6,6 juta," kata Lei, menyebut ekspansi itu sebagai dukungan kebijakan yang penting.

Sementara itu, cuti melahirkan di China secara umum telah diperpanjang menjadi lebih dari 158 hari, disertai cuti ayah bagi pasangan serta cuti orang tua, sehingga para ibu baru merasa semakin didukung.

Draf garis besar tersebut menyerukan perluasan cakupan asuransi melahirkan, penerapan penuh kebijakan cuti melahirkan, serta penguatan layanan penitipan anak, menurut Liu Dechun, seorang pejabat Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (National Development and Reform Commission/NDRC) China.

Draf itu juga bertujuan meningkatkan angka pendaftaran anak di bawah usia tiga tahun sebesar 6 poin persentase, dengan mendukung integrasi layanan penitipan anak dan taman kanak-kanak serta program penitipan anak berbasis kepentingan publik yang beragam, kata Liu dalam konferensi pers lain pada Sabtu.

"Membangun masyarakat ramah kelahiran merupakan tugas yang sistematis," kata Yang Fan, associate dean di Fakultas Kependudukan dan Kesehatan Universitas Renmin China, seraya menyebut bahwa kunci dalam periode Rencana Lima Tahun ke-15 adalah mengubah kebijakan yang terfragmentasi menjadi sistem yang terintegrasi, sehingga menciptakan dukungan yang mencakup seluruh siklus kehidupan. 

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait