
Spesies pakis langka yang jadi dulu jadi santapan dinosaurus ditemukan di China selatan

Seorang peneliti mengamati daun 'Alsophila spinulosa', spesies pakis pohon langka yang dahulu menjadi makanan dinosaurus, yang baru-baru ini ditemukan di wilayah Rong'an, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan, pada 10 Maret 2026. (Xinhua/tangkapan layar)
Alsophila spinulosa, spesies pakis pohon langka yang dahulu menjadi makanan dinosaurus, baru-baru ini ditemukan di wilayah Rong'an, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan.
Liuzhou, China (Xinhua/Indonesia Window) – Populasi liar yang besar dari Alsophila spinulosa, spesies pakis pohon langka yang dahulu menjadi makanan dinosaurus, baru-baru ini ditemukan di wilayah Rong'an, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan.
Penemuan itu terjadi ketika seorang warga setempat sedang menjelajahi pegunungan. Setelah menerima laporan itu, para ahli dari Institut Penelitian Kehutanan Liuzhou dan biro kehutanan setempat mengunjungi lokasi tersebut pada Selasa (10/3) untuk melakukan penyelidikan lapangan.
Hasil survei mereka menunjukkan koloni itu membentang di area sekitar 10 mu (sekitar 0,67 hektare). Estimasi awal menyebutkan ada sekitar 1.000 tanaman individu yang membentuk populasi alami dengan kepadatan yang tidak biasa.
"Tumbuhan ini tidak berbunga maupun berbuah. Reproduksinya terutama melalui spora kecil di bagian belakang daunnya. Tumbuhan ini memiliki kebutuhan lingkungan yang sangat khusus dan sulit dibudidayakan, sehingga populasi liarnya sangat langka. Kami mengingatkan masyarakat agar tidak mencabut tanaman ini jika menemukannya di alam liar," jelas peneliti Institut Penelitian Kehutanan Liuzhou, Lu Zongjun.
Para ahli mengatakan bahwa tingginya konsentrasi spesies tersebut di kawasan ini menandakan ekosistem lokal yang terpelihara dengan baik. Penemuan ini menyediakan data penting bagi penelitian mengenai perubahan lingkungan dan keanekaragaman hayati di kawasan itu.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Peneliti buat peta pertama untuk reseptor penciuman di hidung
Indonesia
•
30 Apr 2026

Inisiatif untuk lindungi gletser diluncurkan di Paviliun China dalam COP28
Indonesia
•
04 Dec 2023

Tim ilmuwan China susun peta terperinci baru tentang batuan Bulan
Indonesia
•
03 Nov 2022

Feature – Tambang hijau China olah limbah material pengotor batu bara
Indonesia
•
02 Apr 2026


Berita Terbaru

Makhluk laut ini menyerap karbon seperti hutan Amazon, rahasianya baru terungkap
Indonesia
•
12 Jun 2026

Mengapa es Antarktika mencair lebih cepat? Ilmuwan akhirnya punya jawabannya
Indonesia
•
11 Jun 2026

Feature – Teknologi canggih dukung upaya konservasi panda di China
Indonesia
•
11 Jun 2026

Teknologi RNA baru beri harapan bagi pasien distrofi otot Duchenne
Indonesia
•
11 Jun 2026
