
Spesies tumbuhan baru ditemukan di China selatan

Foto dokumentasi ini menunjukkan spesies pakis baru bernama 'Cyrtomium adenotrichum' yang ditemukan di sebuah tebing di wilayah Nandan yang terletak di Kota Hechi, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan. (Xinhua/Institut Pengobatan China dan Ilmu Farmasi Guangxi)
Spesies pakis baru yang ditemukan di sebuah tebing di wilayah Nandan yang terletak di Kota Hechi, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan, dinamakan Cyrtomium adenotrichum.
Nanning, China (Xinhua/Indonesia Window) – Tim peneliti China menemukan spesies pakis (fern) baru di China selatan dan menamakannya Cyrtomium adenotrichum.Para peneliti menemukan sekitar 10 tanaman Cyrtomium adenotrichum liar di sebuah tebing di wilayah Nandan yang terletak di Kota Hechi, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan, demikian menurut Institut Pengobatan China dan Ilmu Farmasi Guangxi (Guangxi Institute of Chinese Medicine and Pharmaceutical Science).Temuan tersebut, yang baru-baru ini dipublikasikan dalam PhytoKeys, sebuah jurnal internasional tentang taksonomi tumbuhan, mengungkapkan bahwa spesies baru itu termasuk ke dalam famili Dryopteridaceae dan genus Cyrtomium, dengan tinggi tumbuhan berkisar antara 5 hingga 15 cm.Spesies tersebut memiliki sumbu daun berkelenjar jarang, struktur unik yang dengan mudah membedakannya dari spesies lain dalam genus Cyrtomium.Karena kelangkaannya, populasinya yang kecil, dan habitatnya yang rentan, para peneliti mengklasifikasikan spesies itu sebagai spesies yang kritis terancam punah (critically endangered) berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh Daftar Merah Spesies Terancam Punah Uni Internasional untuk Konservasi Alam (International Union for Conservation of Nature/IUCN).Penelitian mengenai nilai biologis, ekologis, dan medisinal dari spesies tersebut akan dilakukan lebih lanjut, kata para peneliti.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Pasien wanita bersih dari HIV setelah pengobatan transplantasi sel induk baru
Indonesia
•
16 Feb 2022

Studi ungkap resorpsi unsur hara tanaman di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet
Indonesia
•
05 May 2025

China rilis daftar habitat satwa liar terestrial utama
Indonesia
•
22 Dec 2023

Australia larang tambang batu bara untuk lindungi Great Barrier Reef
Indonesia
•
05 Aug 2022


Berita Terbaru

OpenAI akan tutup aplikasi video Sora
Indonesia
•
25 Mar 2026

Tes darah kini mampu deteksi kanker stadium dini menggunakan 4 protein utama
Indonesia
•
25 Mar 2026

Lab fisika partikel di Jenewa jadi yang pertama di dunia lakukan pemindahan antimateri
Indonesia
•
25 Mar 2026

Ilmuwan China ungkap alasan nyeri memburuk pada malam hari
Indonesia
•
21 Mar 2026
