
Studi ungkap cuaca ekstrem dapat picu invasi spesies pendatang

Foto yang diabadikan pada 25 Agustus 2023 ini menunjukkan lahan kering di pinggiran Sanaa, Yaman. (Xinhua/Mohammed Mohammed)
Spesies hewan asli terdampak negatif oleh gelombang panas, gelombang dingin, dan kekeringan di ekosistem darat dan rentan terhadap sebagian besar peristiwa cuaca ekstrem kecuali gelombang dingin di ekosistem air tawar.
Beijing, China (Xinhua) – Para ilmuwan mengungkapkan bahwa spesies hewan asli di suatu daerah lebih sensitif terhadap peristiwa cuaca ekstrem dibandingkan dengan spesies pendatang di seluruh dunia, menurut sebuah makalah yang baru-baru ini dirilis dalam jurnal Nature Ecology & Evolution.Temuan tersebut mengindikasikan bahwa peristiwa cuaca ekstrem, seperti banjir, kekeringan, badai, gelombang panas, dan gelombang dingin, dapat memicu invasi spesies asing. Akibatnya, peristiwa-peristiwa tersebut, bersama dengan spesies invasif, menjadi ancaman besar bagi keanekaragaman hayati global, menurut makalah tersebut.Para peneliti dari Institut Zoologi di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS) dan yang lainnya menyusun kumpulan data yang terdiri dari 187 spesies hewan pendatang dan 1.852 spesies hewan asli di seluruh ekosistem darat, air tawar, dan laut, serta menganalisis respons mereka terhadap berbagai jenis peristiwa cuaca ekstrem.Tim penelitian itu menemukan bahwa jika dibandingkan dengan spesies pendatang, spesies asli menunjukkan respons yang sifatnya lebih negatif terhadap peristiwa cuaca ekstrem secara keseluruhan, meski respons ini bervariasi untuk berbagai peristiwa cuaca dan jenis habitat.
Penguin Afrika terlihat di sebuah pantai di Boulders Penguin Colony, Simon's Town, Afrika Selatan, pada 12 Agustus 2023. Simon's Town memiliki objek wisata terkenal di dunia yakni Penguin Beach. Penguin Afrika merupakan satwa endemik di daerah pesisir Afrika bagian selatan. (Xinhua/Dong Jianghui)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

X-59 NASA selesaikan penerbangan supersonik pertama, capai kecepatan 1.300 km/jam
Indonesia
•
06 Jun 2026

Sektor pengguna energi penyumbang terbesar emisi karbon Indonesia
Indonesia
•
13 Dec 2019

Rusia luncurkan dua kapal selam strategis bertenaga nuklir terbaru
Indonesia
•
30 Dec 2022

COVID-19 – Varian Omicron sebabkan infeksi pernapasan parah pada anak-anak
Indonesia
•
19 Mar 2022


Berita Terbaru

China bangun fasilitas pelatihan 40 robot humanoid, targetkan 30.000 jam data industri per tahun
Indonesia
•
04 Sep 2026

Pria mulai alami perubahan besar di usia 35–45, wanita 55–65, ini temuan studi terbaru
Indonesia
•
04 Sep 2026

Jika hilang dari Queensland Australia, ikan ini punah selamanya dari bumi
Indonesia
•
03 Sep 2026

Batas aman Bumi terancam jebol, suhu global diprediksi tembus 1,5°C
Indonesia
•
03 Sep 2026
