Yunani bersiap hadapi gelombang panas pertama

Sejumlah orang berlindung dari paparan sinar matahari menggunakan payung di Athena, Yunani, pada 12 Juli 2023. (Xinhua/Panagiotis Moschandreou)

Gelombang panas ekstrem di Yunani diperkirakan akan meningkat di beberapa wilayah negara itu hingga mencapai lebih dari 40 derajat Celsius.

 

Athena, Yunani (Xinhua) – Yunani bersiap menghadapi gelombang panas ekstrem pertama pada musim ini, dengan suhu udara diperkirakan akan meningkat di beberapa wilayah negara itu hingga mencapai lebih dari 40 derajat Celsius.

“Suhu udara di wilayah daratan akan mencapai puncaknya pada Jumat (14/7) dan Sabtu (15/7), hingga menyentuh 43 derajat Celsius. Ini bukannya belum pernah terjadi sebelumnya, ini terjadi setiap dua atau tiga tahun,” tutur Panagiotis Giannopoulos, ahli meteorologi dari Badan Layanan Meteorologi Nasional Yunani (EMY), kepada Xinhua.

Menurut Giannopoulos, suhu udara yang tinggi diperkirakan akan bertahan selama enam hari, menimbulkan potensi risiko kesehatan, khususnya bagi warga lanjut usia (lansia) dan orang-orang yang memiliki masalah kesehatan.

Gelombang panas ekstrem
Seorang pria membasuh kepalanya di sebuah air mancur untuk menyejukkan diri di Athena, Yunani, pada 12 Juli 2023. (Xinhua/Panagiotis Moschandreou)

Di pusat kota Athena, suhu udara mencapai 39 derajat Celsius pada Kamis (13/7) dan diperkirakan naik hingga melampaui 40 derajat Celsius pada Jumat dan Sabtu, kemudian turun ke angka 39 dan 38 derajat Celsius masing-masing pada Ahad (16/7) dan Senin (17/7), menurut EMY.

Yunani merupakan salah satu negara yang siap menghadapi gelombang panas, karena hampir setiap rumah, rumah sakit, restoran, dan hotel telah memasang penyejuk ruangan, kata Giannopoulos.

Tahun ini diperkirakan tidak akan menjadi gelombang panas paling intens dalam beberapa tahun terakhir, tetapi serangkaian upaya pencegahan telah diterapkan, imbuhnya.

Gelombang panas ekstrem
Sejumlah orang menghabiskan waktu mereka dengan bersantai di bawah pohon di Athena, Yunani, pada 12 Juli 2023. (Xinhua/Panagiotis Moschandreou)

Mekanisme pencegahan di negara itu telah disiagakan. Sejumlah rumah sakit umum bersiaga, dan Kementerian Ketenagakerjaan Yunani pada Rabu (12/7) malam waktu setempat mengumumkan ketentuan khusus bagi karyawan di sektor publik dan swasta selama negara tersebut dilanda gelombang panas, seperti bekerja dari rumah dan perubahan jam operasional.

“Model-model perubahan iklim menunjukkan bahwa gelombang panas diperkirakan akan lebih sering terjadi di wilayah Mediterania dan di negara kita dalam beberapa dekade mendatang,” tutur Giannopoulos.

Sudah selama tiga dekade terakhir, ibu kota Yunani mengalami gelombang panas lima kali lebih sering dibandingkan periode antara 1961 hingga 1990, lanjutnya.

Yunani, Siprus, dan Israel, yang memiliki sistem pemantauan cuaca bersama, menamai gelombang panas ini ‘Cleon’.

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan