Enam spesies anggrek baru ditemukan di China barat daya

Anggrek terlihat bermekaran di objek wisata Danau Xuanwu yang berada di Nanjing, ibu kota Provinsi Jiangsu, China timur, pada 10 Maret 2022. (Xinhua/Liu Jianhua)
Spesies anggrek baru telah ditemukan di Provinsi Yunnan dan Daerah Otonom Xizang di China barat daya, yang termasuk dalam genus Neottia, Papilionanthe, Gastrochilus, dan Cylindrolobus.
Kunming, China (Xinhua) – Enam spesies anggrek baru telah ditemukan di Provinsi Yunnan dan Daerah Otonom Xizang di China barat daya, menurut Institut Botani Kunming yang berada di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS).Temuan yang dibuat oleh para peneliti dari institut tersebut telah dipublikasikan baru-baru ini dalam jurnal PhytoKeys dan Nordic Journal of Botany.Saat melakukan beberapa survei lapangan di Yunnan dan Xizang selama beberapa tahun terakhir, para peneliti mengumpulkan spesimen enam spesies anggrek yang sebelumnya tidak teridentifikasi tersebut.Setelah melakukan tinjauan literatur, studi morfologi spesimen-spesimen herbarium, serta analisis filogenomik plastid, mereka menyimpulkan bahwa spesimen-spesimen yang dikumpulkan dari Yunnan dan Xizang tersebut merupakan spesies baru dari genus Neottia, Papilionanthe, Gastrochilus, dan Cylindrolobus.Menurut penelitian itu, Pegunungan Himalaya dan Hengduan merupakan titik keanekaragaman hayati ikonis yang memiliki signifikansi global. Namun, keragaman spesies di wilayah ini masih belum cukup dipahami.
Foto yang diabadikan pada 27 Februari 2023 ini memperlihatkan Paphiopedilum wardii Summerhayes di Pegunungan Gaoligong di Provinsi Yunnan, China barat daya. (Xinhua/Shen Xiuying)
Foto dokumentasi yang diabadikan pada 5 November 2020 ini menunjukkan belalang anggrek (orchid mantis) di Kebun Raya Tropis Xishuangbanna Akademi Ilmu Pengetahuan China di Provinsi Yunnan, China barat daya. Sejumlah ilmuwan China menemukan bahwa belalang anggrek, yang dianggap sebagai contoh klasik mimikri bunga, menggunakan kakinya yang berbentuk kelopak untuk meluncur. (Xinhua/Mo Haibo)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Studi baru suguhkan wawasan tentang evolusi manusia purba di Asia Timur
Indonesia
•
07 Apr 2025

Sistem pengindraan jauh buatan China dapatkan data deteksi gletser gunung
Indonesia
•
16 May 2023

Peneliti China susun basis data rumput energi pertama di dunia, dukung pembangunan berkelanjutan
Indonesia
•
21 Feb 2025

Usia fosil manusia paling awal dari Etiopia diperkirakan 233.000 tahun
Indonesia
•
13 Jan 2022
Berita Terbaru

‘Startup’ Jepang Space One gagal dalam peluncuran ke-3 roket Kairos
Indonesia
•
05 Mar 2026

Peningkatan kadar co2 terdeteksi dalam darah manusia
Indonesia
•
06 Mar 2026

Xiaomi luncurkan ‘smartphone’ hingga tablet baru di pasar Indonesia
Indonesia
•
05 Mar 2026

Feature – Di ujung harapan, teknologi AI China berikan harapan bagi pasien pankreas Indonesia
Indonesia
•
05 Mar 2026
