
Kapal pengamat cuaca nirawak China memulai pelayaran durasi panjang

Sebuah model kapal selam laut dalam berawak Jiaolong milik China dipajang di Pameran Peralatan Maritim China yang digelar dalam Konferensi Peralatan Maritim Dunia 2023 di Fuzhou, Provinsi Fujian, China tenggara, pada 12 Oktober 2023. Konferensi Peralatan Maritim Dunia 2023 dibuka pada Kamis (12/10) di Fuzhou, Provinsi Fujian, China timur, dengan tujuan untuk menghimpun kearifan dalam berbagai bidang, termasuk inovasi teknologi, manufaktur peralatan, dan kerja sama industri. (Xinhua/Lin Shanchuan...
Kapal pengamat cuaca nirawak China dapat melakukan operasi kolaboratif dengan satelit meteorologi dan radar berbasis pantai, sehingga dapat memperluas area pengamatan dan meningkatkan akurasi.
Beijing, China (Xinhua) – Sebuah kapal pengamat cuaca nirawak buatan China untuk pengamatan awan dan kabut laut memulai pelayaran berdurasi panjang pertamanya di Laut Kuning, sejauh ini telah menempuh jarak 110 mil laut.Kapal tersebut berlayar dari sebuah pelabuhan di Provinsi Jiangsu, China timur, beroperasi secara terus-menerus selama 16 jam di laut, mengumpulkan data kabut dan awan tiga dimensi dalam prosesnya.Peluncuran yang sukses ini menunjukkan bahwa kapal itu mampu melakukan pengamatan meteorologi dan hidrologi berskala besar di laut, ungkap Administrasi Meteorologi China (China Meteorological Administration/CMA) pada Selasa (21/11).Stasiun pengamatan kabut laut saat ini di China terletak di dekat pantai, dengan jangkauan deteksi hanya beberapa kilometer. Namun, kapal nirawak ini dapat memperluas jangkauan pengamatan hingga 180 mil laut (330 km) dari pantai.Menurut CMA, kapal nirawak ini juga dapat melakukan operasi kolaboratif dengan satelit meteorologi dan radar berbasis pantai, sehingga dapat memperluas area pengamatan dan meningkatkan akurasi.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China operasikan jaringan pengisian daya kendaraan listrik terbesar di dunia
Indonesia
•
22 Jan 2026

Sekjen PBB luncurkan badan penasihat di bidang AI
Indonesia
•
27 Oct 2023

China luncurkan lima satelit baru
Indonesia
•
03 Jul 2021

Ilmuwan Rusia uji teori keberadaan kehidupan di Venus
Indonesia
•
18 Aug 2020


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
