
Penelitian: Kaki bercuping belalang anggrek berfungsi untuk meluncur

Foto dokumentasi yang diabadikan pada 16 Desember 2022 ini menunjukkan seekor belalang anggrek (orchid mantis) di Taman Botani Tropis Xishuangbanna (Xishuangbanna Tropical Botanical Garden/XTBG) yang berada di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS) di Provinsi Yunnan, China barat daya. (Xinhua/Mo Haibo)
Belalang anggrek yang jatuh dari ketinggian 10 meter dapat meluncur dengan jarak rata-rata 6,1 meter, dan luncuran terjauh yang pernah tercatat mencapai 14,7 meter.
Kunming, China (Xinhua) – Tim ilmuwan China menemukan bahwa belalang anggrek (orchid mantis), yang disebut-sebut sebagai contoh klasik mimikri bunga, menggunakan kaki mereka yang berbentuk kelopak bunga untuk meluncur.Penelitian yang dipimpin oleh Taman Botani Tropis Xishuangbanna (Xishuangbanna Tropical Botanical Garden/XTBG) yang berada di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS) ini mempertanyakan keyakinan yang telah lama dipegang bahwa cuping kaki, atau femoral lobe, pada hewan ini meniru bentuk bunga untuk menarik mangsa mereka yang biasa menyerbuki bunga anggrek.Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Current Biology pada Rabu (29/11).Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan melakukan riset perilaku dan menemukan bahwa belalang anggrek dapat meluncur dengan sangat baik."Cuping kaki yang berbentuk kelopak bunga ini seperti sayap, berfungsi sebagai struktur penting untuk meluncur," tutur Chen Zhanqi, pemimpin tim peneliti XTBG.
Foto dokumentasi yang diabadikan pada 5 November 2020 ini menunjukkan seekor belalang anggrek (orchid mantis) di Taman Botani Tropis Xishuangbanna (Xishuangbanna Tropical Botanical Garden/XTBG) yang berada di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS) di Provinsi Yunnan, China barat daya. (Xinhua/Mo Haibo)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Huawei luncurkan pusat data awan baru di ibu kota Arab Saudi
Indonesia
•
06 Sep 2023

COVID-19 – Taiwan rilis syarat penerima vaksin AstraZeneca
Indonesia
•
19 Mar 2021

Beijing rampungkan perdagangan karbon berbasis hidrogen pertama pada September 2023
Indonesia
•
08 Aug 2023

Feature – Robot humanoid jadi tren wisata baru di China, industri ini diproyeksi bernilai Rp2.600 triliun
Indonesia
•
03 Jun 2026


Berita Terbaru

Ilmuwan peringatkan karhutla bisa rusak permanen permafrost Bumi
Indonesia
•
13 Jun 2026

Makhluk laut ini menyerap karbon seperti hutan Amazon, rahasianya baru terungkap
Indonesia
•
12 Jun 2026

Mengapa es Antarktika mencair lebih cepat? Ilmuwan akhirnya punya jawabannya
Indonesia
•
11 Jun 2026

Feature – Teknologi canggih dukung upaya konservasi panda di China
Indonesia
•
11 Jun 2026
