
‘Bengkel’ giok dan batu berusia lebih dari 3.400 tahun ditemukan di Reruntuhan Sanxingdui, China

Foto yang diabadikan pada 30 Maret 2024 ini menunjukkan phoenix giok (jade phoenix) di Museum Situs Panlongcheng di Wuhan, Provinsi Hubei, China tengah. Phoenix giok, yang disimpan di Museum Nasional China, ditampilkan dalam pameran bertajuk 'Giok Mitologis Kebudayaan Shijiahe' (Mythological Jade of Shijiahe Culture) di Museum Situs Panlongcheng di Wuhan pada Sabtu (30/3). Ini kali pertama bagi phoenix giok untuk kembali ke Hubei sejak ditemukan dalam penggalian di situs Shijiahe di Tianmen, Hub...
Situs pengolahan artefak giok dan batu yang berusia lebih dari 3.400 tahun, ditemukan di situs Reruntuhan Sanxingdui, China barat daya.
Chengdu, China (Xinhua/Indonesia Window) – Tim arkeolog di situs Reruntuhan Sanxingdui yang legendaris menemukan sebuah situs pengolahan artefak giok dan batu yang berusia lebih dari 3.400 tahun, mengungkap sumber dari peninggalan budaya yang sebelumnya pernah ditemukan di reruntuhan tersebut.Terletak sekitar 1 kilometer di sebelah utara lubang-lubang pengorbanan yang telah ditemukan sebelumnya, penemuan terbaru ini menandai kemajuan signifikan dalam penggalian arkeologis di Sanxingdui, Provinsi Sichuan, China barat daya, demikian kata lembaga penelitian peninggalan budaya dan arkeologi provinsi itu pada Selasa (23/7), seraya menyampaikan bahwa para arkeolog awalnya telah mengidentifikasi situs ini sebagai bengkel pemrosesan giok dan batu.Artefak-artefak yang baru ditemukan itu mencakup bahan baku giok dan batu, bahan limbah, serpihan, dan benda-benda batu dan giok yang sudah jadi, menunjukkan rantai industri kerajinan tangan yang relatif lengkap."Penemuan bengkel ini menyingkap beberapa misteri, seperti asal-usul bahan baku batu giok dan batu dalam jumlah besar yang pernah ditemukan di Sanxingdui, teknik yang digunakan dalam pembuatan kerajinan, proses produksinya, serta metode distribusi yang terlibat," ujar Ran Honglin, yang bertanggung jawab atas pekerjaan arkeologis di situs Reruntuhan Sanxingdui, yang berada di bawah naungan lembaga penelitian peninggalan budaya dan arkeologi provinsi itu.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Ilmuwan buktikan bakteri dapat mengurai bioplastik di Kutub Utara
Indonesia
•
20 Nov 2020

Observatorium astronomi milik China temukan asteroid baru dekat Bumi
Indonesia
•
12 Mar 2023

Ilmuwan Kenya temukan obat untuk kurangi risiko malaria di kalangan ibu hamil positif HIV
Indonesia
•
18 Jan 2024

Australia mulai bangun teleskop radio paling kuat
Indonesia
•
05 Dec 2022


Berita Terbaru

Antibiotik kian tak mempan untuk anak, proyeksi ancaman hingga 2035
Indonesia
•
28 Jul 2026

Studi: Tinggal di lingkungan yang banyak pohon bantu turunkan risiko depresi pada lansia
Indonesia
•
28 Jul 2026

Studi ungkap tanaman 'tahu' kapan harus tumbuh, temuan ini bisa tingkatkan hasil panen
Indonesia
•
28 Jul 2026

Ilmuwan temukan cara baru bakteri cepat kebal terhadap antibiotik, buka peluang pengobatan lebih efektif
Indonesia
•
28 Jul 2026
