China tanggung biaya perawatan anak untuk dukung pertumbuhan populasi

Anak-anak memperlihatkan rambu lalu lintas buatan mereka di sebuah taman kanak-kanak di wilayah Changxing, Provinsi Zhejiang, China timur, pada 2 Desember 2024. (Xinhua/Tan Yunfeng)
Sistem subsidi perawatan anak di China merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan sistem dukungan kelahiran dan mendorong pengembangan populasi yang berkualitas tinggi.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – China telah memperkenalkan sistem subsidi perawatan anak nasional mulai tahun ini, sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan sistem dukungan kelahiran dan mendorong pengembangan populasi yang berkualitas tinggi. Demikian ujar pejabat kesehatan tertinggi di negara itu pada Kamis (11/9).Per Rabu (10/9), lebih dari 80 persen pemohon yang memenuhi syarat telah merampungkan proses registrasi lewat saluran daring dan luring (offline), urai Lei Haichao, kepala Komisi Kesehatan Nasional China (National Health Commission/NHC), dalam sebuah konferensi pers mengenai kemajuan sektor kesehatan negara itu selama periode Rencana Lima Tahun ke-14 (2021-2025).Mulai 1 Januari 2025, keluarga akan menerima subsidi perawatan anak tahunan sebesar 3.600 yuan atau sekitar 506,8 dolar AS per anak, baik untuk anak pertama, kedua, maupun ketiga, hingga anak tersebut menginjak usia tiga tahun, menurut sebuah rencana yang dirilis sebelumnya oleh kantor umum Komite Sentral Partai Komunis China (Communist Party of China/CPC) dan Dewan Negara China.*1 yuan = 2.310 rupiah**1 dolar AS = 16.457 rupiahDukungan ekonomi perihal perawatan anak telah diperluas di berbagai bidang selama periode lima tahun tersebut. Perawatan anak di bawah tiga tahun dan pendidikan anak telah dicantumkan ke dalam pengurangan tambahan pajak penghasilan pribadi, dengan standar pengurangannya dinaikkan dari 1.000 yuan per anak setiap bulannya menjadi 2.000 yuan, papar Guo Yanhong, deputi kepala NHC.Seluruh provinsi di China kini mencantumkan proyek teknologi reproduksi berbantuan ke dalam program penggantian biaya asuransi medis, bersama dengan kebijakan-kebijakan lainnya seperti pendidikan prasekolah gratis dan dukungan perumahan/tempat tinggal, imbuh Guo.Secara nasional, tingkat pemeriksaan rutin bagi wanita hamil, ibu yang baru melahirkan dan bayi baru lahir tetap tercatat di atas 90 persen, kata Guo, sembari menyatakan bahwa layanan ibu dan anak yang komprehensif telah semakin diperkuat, termasuk mekanisme skrining risiko kehamilan dan penanganan khusus untuk kasus-kasus kehamilan yang berisiko tinggi.Para orangtua di China juga diberikan lebih banyak waktu untuk merawat bayi dan balita mereka. Disampaikan Guo, seluruh provinsi di China juga telah memperpanjang masa cuti melahirkan dan pengasuhan anak untuk orangtua.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Fokus Berita – Taiwan gelar Pekan Kesetaraan Gender di New York, tuai banyak pujian
Indonesia
•
20 Mar 2024

Fokus Berita – 9 orang tewas, 1.000 lebih luka-luka akibat gempa magnitudo 7,3 di Taiwan
Indonesia
•
05 Apr 2024

Pemimpin media Afrika Selatan sebut KTT Media Dunia hadir pada waktu yang tepat
Indonesia
•
04 Dec 2023

Uganda cabut ‘lockdown’ Ebola di pusat wabah
Indonesia
•
20 Dec 2022
Berita Terbaru

Kolaborasi ponpes tahfizh MSQ dengan Indonesia Window tingkatkan kapasitas dakwah
Indonesia
•
30 Jan 2026

Antisipasi wabah Nipah, Singapura akan terapkan pemeriksaan suhu tubuh di bandara
Indonesia
•
30 Jan 2026

Kasus bunuh diri anak di Jepang catat rekor tertinggi pada 2025
Indonesia
•
30 Jan 2026

Feature – Mengenal komunitas Hakka Indonesia di Museum TMII
Indonesia
•
28 Jan 2026
