
Sistem peringatan dini cegah konflik manusia dan gajah di Provinsi Yunnan, China

Foto dari udara yang diabadikan pada 9 Mei 2023 ini memperlihatkan dua ekor anak gajah bermain di sawah di Dadugang, Prefektur Otonom Etnis Dai Xishuangbanna di Provinsi Yunnan, China barat daya. (Xinhua/Hu Chao)
Sistem peringatan dini memantau keberadaan gajah-gajah Asia liar di dekat desa setempat di sekitar Cagar Alam Nasional Xishuangbanna, yang dikenal dengan ekosistem hutan hujannya yang terpelihara dengan baik, dengan bantuan 600 kamera inframerah dan 177 set penyiaran cerdas.
Kunming, China (Xinhua) – Hingga Senin (12/6), lebih dari 10.000 peringatan dini telah disampaikan ke beberapa desa, untuk membantu menangkal potensi konflik manusia dan gajah di habitat satwa liar utama di Prefektur Otonom Etnis Dai Xishuangbanna, Provinsi Yunnan, China barat daya.Diluncurkan pada Agustus 2020, sistem peringatan dini memantau keberadaan gajah-gajah Asia liar di dekat desa setempat di sekitar Cagar Alam Nasional Xishuangbanna, yang dikenal dengan ekosistem hutan hujannya yang terpelihara dengan baik.Dengan bantuan 600 kamera inframerah dan 177 set penyiaran cerdas, sistem ini dapat mencakup 38 area yang menjadi lokasi spesies liar itu sering muncul. Hingga Senin, sistem tersebut telah mengirimkan 10.849 peringatan dini, dengan lebih dari 2,69 juta gambar tangkapan oleh kamera inframerahnya, ungkap Tan Xuji, kepala pusat pemantauan gajah Asia di lembaga penelitian ilmiah cagar alam tersebut.Sejak pembentukan sistem itu, tidak ada konflik manusia dan gajah yang dilaporkan terjadi di sekitar cagar alam tersebut, tambah Tan.Sistem tersebut menggunakan teknologi pengenalan gambar kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk mengidentifikasi satwa liar secara akurat. Seluruh proses mulai dari pengambilan gambar gajah hingga pengiriman peringatan dini hanya membutuhkan waktu sekitar 15 detik, menurut Tan.Gajah-gajah Asia liar bermigrasi keluar dari cagar alam itu sekitar April setiap tahun untuk mencari lebih banyak makanan, yang bertepatan dengan musim bercocok tanam di desa terdekat. Untuk melindungi pekerjaan dan kehidupan penduduk setempat dengan lebih baik, cagar alam tersebut membangun sistem peringatan dini untuk menghindari konflik manusia dan satwa liar yang tidak diinginkan.Gajah Asia, hewan darat terbesar di benua itu, berada di bawah perlindungan tingkat tinggi di China. Spesies ini terutama tersebar di Xishuangbanna, Pu'er, dan Lincang di Yunnan. Berkat berbagai upaya perlindungan lingkungan dan satwa liar yang intensif, populasi gajah Asia di China telah berkembang menjadi lebih dari 300 ekor.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Bengkel kerja seniman berusia lebih dari 2.000 tahun ditemukan di China timur
Indonesia
•
13 Oct 2023

Residu susu berusia 3.000 tahun ditemukan di situs kuno Dataran Tinggi Tibet
Indonesia
•
20 Feb 2023

Emisi metana TPA sampah global kini dapat diukur dengan satelit
Indonesia
•
02 Aug 2025

Ilmuwan usulkan strategi untuk pelajari kecerdasan kognitif yang terinspirasi dari otak
Indonesia
•
09 Oct 2023


Berita Terbaru

Antibiotik kian tak mempan untuk anak, proyeksi ancaman hingga 2035
Indonesia
•
28 Jul 2026

Studi: Tinggal di lingkungan yang banyak pohon bantu turunkan risiko depresi pada lansia
Indonesia
•
28 Jul 2026

Studi ungkap tanaman 'tahu' kapan harus tumbuh, temuan ini bisa tingkatkan hasil panen
Indonesia
•
28 Jul 2026

Ilmuwan temukan cara baru bakteri cepat kebal terhadap antibiotik, buka peluang pengobatan lebih efektif
Indonesia
•
28 Jul 2026
