Klaster ladang minyak lepas pantai berdesain ramah lingkungan milik China mulai dioperasikan

Foto yang diabadikan pada 12 Maret 2024 ini menunjukkan lokasi pembangunan struktur jaket laut dalam (deepwater jacket) Haiji-2 di Provinsi Guangdong, China selatan. (Sumber: China National Offshore Oil Corporation)
Klaster ladang minyak lepas pantai di Teluk Beibu, China selatan, dirancang untuk menghemat 20.000 ton batu bara standar sekaligus memangkas 44.000 ton emisi karbon dioksida setiap tahunnya, yang setara dengan penyerapan karbon tahunan pada sekitar 5.800 hektare hutan.
Beijing, China (Xinhua) – Proyek pembangunan sebuah klaster ladang minyak lepas pantai mulai dioperasikan pada Senin (1/7) di Teluk Beibu, China selatan, ungkap China National Offshore Oil Corporation.Klaster ini juga merupakan ladang minyak lepas pantai komprehensif berdesain ramah lingkungan pertama di China, yang menunjukkan pentingnya transformasi rendah karbon dalam industri energi di negara tersebut.Kedalaman air rata-rata di klaster ladang minyak itu mencapai sekitar 28 meter. Rencana pembangunannya mencakup pengeboran dan pengoperasian 43 sumur minyak, yang terdiri dari 28 sumur produksi dan 15 sumur injeksi air.Klaster ladang minyak itu diperkirakan akan mencapai produksi maksimal sekitar 18.100 barel setara minyak per hari pada 2026.Klaster ini terdiri dari stasiun pemrosesan minyak mentah, stasiun gas alam cair (liquefied natural gas/LNG), stasiun gas minyak cair (liquefied petroleum gas/LPG), stasiun pengolahan air produksi, gardu induk, dan stasiun pemancar 5G.Selama proses produksi di ladang minyak itu, air dan gas alam terkait dapat dihasilkan. Stasiun pengolahan air produksi dapat mencapai nol emisi dan polusi. Sementara itu, alat pemrosesan gas alam terintegrasi dan tangki penyimpanan dapat mencairkan gas alam terkait secara efisien, sehingga memungkinkan pemanfaatan gas alam terkait yang tepat guna.Klaster ladang minyak itu dirancang untuk menghemat 20.000 ton batu bara standar sekaligus memangkas 44.000 ton emisi karbon dioksida setiap tahunnya, yang setara dengan penyerapan karbon tahunan pada sekitar 5.800 hektare hutan.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

COVID-19 - UEA mulai uji klinis tahap III “inactivated vaccine”
Indonesia
•
25 Jul 2020

Kota THE LINE Saudi diharapkan jadi platform global inovasi dan iptek masa depan
Indonesia
•
13 Jan 2021

Starship milik SpaceX lakukan uji terbang ketiga, namun hilang saat kembali ke Bumi
Indonesia
•
15 Mar 2024

Satelit China deteksi lebih dari 100 suar cahaya putih Matahari
Indonesia
•
08 May 2024
Berita Terbaru

Stasiun Mohe, stasiun penerima data satelit paling utara di China
Indonesia
•
30 Jan 2026

Ilmuwan kembangkan kristal baru, capai terobosan dalam ‘output’ laser ultraviolet vakum
Indonesia
•
30 Jan 2026

Tim ilmuwan manfaatkan baterai kuantum untuk jadi pemasok daya super bagi komputer kuantum
Indonesia
•
30 Jan 2026

Feature – Ekspedisi China ungkap fenomena bukaan es di Antarktika
Indonesia
•
30 Jan 2026
