Serangan udara Israel di Lebanon tewaskan seorang jurnalis

Orang-orang menghadiri upacara pemakaman jurnalis Lebanon, Amal Khalil, di Baissariyeh, Lebanon, pada 23 April 2026. (Xinhua/Ali Hashisho)

Beirut, Lebanon (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Lebanon Joseph Aoun pada Kamis (23/4) mengecam Israel atas serangan udara baru-baru ini yang menewaskan jurnalis Amal Khalil dan menyebabkan reporter lainnya terluka di Kota Al-Tiri di Lebanon selatan.

Dalam sebuah pernyataan, Aoun mengatakan "penargetan yang disengaja dan berulang terhadap jurnalis oleh Israel bertujuan untuk menyembunyikan kebenaran tentang pelanggaran agresifnya terhadap Lebanon."

Dia menggambarkan tindakan tersebut sebagai kejahatan kemanusiaan yang dapat dihukum berdasarkan hukum dan norma internasional, serta menyerukan intervensi internasional untuk mengakhiri hal tersebut.

Khalil, yang bekerja untuk surat kabar Lebanon Al-Akhbar, tewas pada Rabu (22/4) setelah terjebak di bawah reruntuhan akibat serangan udara Israel di Lebanon selatan, menurut laporan stasiun televisi Lebanon Al-Jadeed TV.

Serangan tersebut menghalangi akses tim penyelamat untuk mencapai Khalil dan koleganya, Zeinab Faraj. Namun, Faraj kemudian berhasil dievakuasi ke rumah sakit.

Aoun menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Khalil dan menyatakan simpati kepada staf surat kabar Al-Akhbar serta kepada komunitas media Lebanon dan Arab.

Dia mendoakan Faraj segera pulih dari cedera yang dideritanya akibat serangan tersebut.

Serangan udara ini terjadi meskipun gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon telah diberlakukan sejak pekan lalu, setelah meningkatnya pertempuran lintas perbatasan selama berpekan-pekan di tengah perang AS-Israel melawan Iran.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait