
Presiden Xi sebut hubungan China-RRDK hadapi peluang dan misi baru

Presiden China Xi Jinping (kiri) mengadakan upacara penyambutan untuk pemimpin tertinggi Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK), Kim Jong Un, menjelang pembicaraan mereka di Balai Besar Rakyat di Beijing, ibu kota China, pada 19 Juni 2018. (Xinhua/Shen Hong)
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Saat ini, hubungan antara China dan Republik Rakyat Demokratik Korea (RRDK) berada di titik awal baru yang bersejarah, menghadapi peluang-peluang pengembangan baru, serta memikul misi-misi baru di zaman ini, demikian disampaikan Presiden China Xi Jinping, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis China (Communist Party of China/CPC), pada Senin (8/6).
Xi menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah artikel bertanda tangan yang diterbitkan di Rodong Sinmun, surat kabar resmi RRDK, menjelang kunjungan kenegaraannya ke negara tersebut, yang menurut jadwal dilakukan dari Senin hingga Selasa (9/6). Kunjungan ini juga merupakan kunjungan pertama Presiden Xi ke RRDK dalam tujuh tahun terakhir.
Dengan menyebutkan bahwa menjaga, mengonsolidasikan, dan mengembangkan hubungan China-RRDK selalu menjadi kebijakan yang tak tergoyahkan bagi CPC dan pemerintah China, Xi menyampaikan bahwa China siap bekerja sama dengan RRDK untuk mengarahkan hubungan bilateral dari perspektif strategis, menjaga agar hubungan China-RRDK sejalan dengan perkembangan zaman, serta mencapai perkembangan yang lebih besar dalam hubungan tersebut.
Kedua belah pihak harus memperdalam komunikasi strategis dan secara tegas mengarahkan hubungan China-RRDK ke arah yang benar, kata Xi, seraya menyerukan untuk menjunjung tinggi tradisi luhur berupa pertukaran tingkat tinggi antara kedua partai dan kedua negara, serta menjaga kontak yang erat layaknya kerabat.
Kedua belah pihak harus memanfaatkan momen 65 tahun Perjanjian Persahabatan, Kerja Sama, dan Bantuan Timbal Balik China-RRDK sebagai peluang, memperkuat pertukaran di semua level maupun lintas partai, pemerintah, dan institusi militer, mengimplementasikan konsensus penting yang telah dicapai oleh kedua belah pihak, serta menambah dorongan baru bagi pengembangan hubungan bilateral.
Xi juga mengatakan kedua negara harus memperkuat komunikasi dan pembelajaran timbal balik untuk bersama-sama memajukan perkembangan yang stabil dalam perjuangan sosialis kedua negara.
China dan RRDK harus saling mendukung dalam menempuh jalan sosialis yang sesuai dengan kondisi nasional masing-masing, teguh menjaga keamanan politik kedua negara, terus memperluas pertukaran dan kerja sama antara kedua partai, serta memperdalam pertukaran pengalaman dan pembelajaran timbal balik mengenai tata kelola partai dan negara, ujar Xi.
Kedua negara harus memperluas kerja sama praktis dan terus meningkatkan kesejahteraan serta persahabatan kedua bangsa, lanjut Xi, seraya menambahkan bahwa kedua belah pihak harus meningkatkan keselarasan strategi pembangunan, menggali potensi kerja sama di berbagai bidang, berbagi peluang, dan memajukan pembangunan bersama, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih baik bagi kedua bangsa.
Presiden Xi juga menyerukan koordinasi multilateral yang erat serta pemeliharaan kesetaraan dan keadilan internasional secara tegas.
Kedua belah pihak harus memperkuat komunikasi dan koordinasi strategis, serta bersama-sama menjunjung tinggi sistem internasional dengan PBB sebagai intinya dan tatanan internasional yang didasarkan pada hukum internasional, papar Xi. Kedua belah pihak juga harus melawan hegemonisme dan politik kekuasaan, serta menolak segala skema atau tindakan yang bertujuan menghidupkan kembali militerisme dan merusak keamanan serta stabilitas regional, imbuhnya.
Kedua negara harus bersama-sama mendorong multipolarisasi dunia yang setara dan tertib serta globalisasi ekonomi yang menguntungkan semua pihak dan inklusif, mengimplementasikan empat inisiatif global utama yang dikemukakan oleh China, dan bekerja sama untuk membangun komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia, tutur Xi.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China desak Korsel tangani dan kelola isu THAAD dengan baik
Indonesia
•
14 Jan 2023

Sedikitnya 15 orang tewas dalam penembakan massal di Universitas Charles Praha
Indonesia
•
22 Dec 2023

Hamas sebut tetap berkomitmen pada gencatan senjata meski Israel lakukan "pelanggaran"
Indonesia
•
01 Nov 2025

Konvensi Nasional Partai Demokrat AS dimulai di Chicago di tengah aksi unjuk rasa pro-Palestina
Indonesia
•
21 Aug 2024


Berita Terbaru

Mengapa harga barang terus naik? Analis soroti dampak 100 hari konflik Iran-AS
Indonesia
•
08 Jun 2026

Trump desak Iran hentikan serangan rudal ke Israel dan kembali ke meja perundingan
Indonesia
•
08 Jun 2026

Iran raup 36 miliar rupiah per kapal yang melintasi Selat Hormuz
Indonesia
•
08 Jun 2026

Faksi Palestina bertemu bahas masa depan Gaza, rencana perdamaian Trump Jadi sorotan
Indonesia
•
08 Jun 2026
