
Kolapsnya sistem layanan kesehatan tambah penderitaan di Gaza

Sejumlah staf mendisinfeksi tempat penampungan sementara di Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 12 November 2023. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Serangan udara Israel terus berlanjut di sekitar Kompleks Medis Al Shifa di Gaza City, yang telah berhenti beroperasi sejak Sabtu (11/11), sehingga membahayakan perangkat penunjang kehidupan, termasuk untuk bayi.
Gaza, Palestina (Xinhua) – Puluhan warga Palestina terbunuh dalam serangan Israel yang sedang berlangsung di Gaza dalam 24 jam terakhir, di tengah kolapsnya sistem layanan kesehatan di daerah kantong tersebut.Kantor media pemerintah di Gaza pada Ahad (12/11) mengumumkan bahwa korban tewas akibat serangan Israel meningkat menjadi 11.180 orang, termasuk hampir 8.000 anak-anak dan wanita, dengan lebih dari 28.000 orang terluka.Bentrokan sengit terus berlanjut antara tentara Israel dan pejuang Hamas di Gaza utara, sementara bentrokan yang lebih kecil dilaporkan terjadi di jalur Gaza tengah. Pasukan darat Israel mempertahankan pemisahan yang efektif antara utara dan selatan, kecuali untuk ‘koridor’ yang mengarah ke selatan.
Orang-orang yang terluka dirawat di Kompleks Medis Al Shifa di Gaza City pada 3 November 2023. (Xinhua)
Orang-orang terlihat di antara puing-puing bangunan yang hancur akibat operasi militer Israel di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 11 November 2023. (Xinhua/Khaled Omar)
Orang-orang menunggu untuk meninggalkan Jalur Gaza menuju Mesir melalui penyeberangan Rafah di Jalur Gaza selatan pada 8 November 2023. (Xinhua/Khaled Omar)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Ketua UN-Habitat sebut solusi kota hijau China dapat ditularkan ke seluruh dunia
Indonesia
•
02 Nov 2023

Fokus Berita – Universitas di China tawarkan mata kuliah percintaan, ajarkan mahasiswa cara rasakan kebahagiaan
Indonesia
•
08 Feb 2024

Feature – Usia bukan penghalang di Olimpiade Paris 2024
Indonesia
•
26 Jul 2024

Studi: Isolasi sosial atau kesepian berkepanjangan percepat penurunan kognitif
Indonesia
•
16 Jul 2024


Berita Terbaru

Opini – Memuliakan guru, menjaga akal bangsa
Indonesia
•
16 Aug 2026

Feature – Dari benteng berusia 2.000 tahun, perempuan Afghanistan menemukan jalan lewat seni
Indonesia
•
16 Aug 2026

621 tahun jejak Cheng Ho, Semarang kembali hidupkan warisan akulturasi budaya
Indonesia
•
16 Aug 2026

Anak di bawah 16 tahun bakal dilarang akses media sosial di Norwegia
Indonesia
•
15 Aug 2026
