
Petugas damkar Australia siapkan ‘drone’ untuk hadapi musim kebakaran hutan

Beberapa petugas pemadam kebakaran dan penyelamat mengamati kondisi kebakaran hutan di kawasan Blue Mountain yang diselimuti asap tebal di New South Wales, Australia, pada 21 Desember 2019. (Xinhua/Bai Xuefei)
Perangkat ini juga dilengkapi dengan kamera pencitraan termal yang memungkinkan drone untuk mengukur skala kebakaran hutan dan mendeteksi hewan atau manusia yang terancam bahaya.
Jakarta (Indonesia Window) – Satu armada drone akan ditambahkan ke dalam perlengkapan departemen kedaruratan Negara Bagian New South Wales di Australia, yaitu Fire and Rescue New South Wales (FRNSW). Armada drone tersebut akan berperan sebagai ‘mata di langit’ dalam operasi pemadaman kebakaran dan keadaan darurat lainnya.Armada drone itu diluncurkan sebagai bagian dari investasi senilai 5,4 juta dolar Australia (55,3 miliar rupiah) di sektor layanan darurat negara bagian tersebut. Sekitar 200 petugas pemadam kebakaran (damkar) akan dilatih untuk mengendalikan drone."Armada drone ini sedang didistribusikan ke 25 wilayah regional, memberikan kru FRNSW pandangan dari udara untuk membantu mereka memadamkan api dengan lebih baik dan menjaga masyarakat tetap aman," kata Menteri Pemulihan Banjir, Layanan Darurat, dan Ketahanan Australia Stephanie Cooke, pada Selasa (23/8).Perangkat tersebut telah dilengkapi dengan jaringan komunikasi satelit, yang berarti para petugas akan dapat melihat lanskap berdasarkan waktu nyata (real time) dan dengan cepat merespons keadaan darurat.Perangkat ini juga dilengkapi dengan kamera pencitraan termal yang memungkinkan drone untuk mengukur skala kebakaran hutan dan mendeteksi hewan atau manusia yang terancam bahaya.Komandan Unit Kebakaran Hutan dan Penerbangan FRNSW Scott Donohoe mengatakan drone dapat diaktifkan di lokasi keadaan darurat hanya dalam hitungan menit."Drone disimpan di kendaraan kami dan siap untuk digunakan, alat tersebut menyediakan gambar dari udara bagi para komandan FRNSW yang dapat membantu menentukan lokasi paling aman dan paling efektif untuk memosisikan truk pemadam kebakaran dan kru," kata Donohoe.Drone sudah mulai digunakan saat wilayah di sepanjang pesisir timur Australia dilanda banjir. Perangkat itu melakukan penilaian terhadap kerusakan infrastruktur dan mendeteksi puing-puing yang tersisa.Pekan lalu, Biro Meteorologi (Bureau of Meteorology/BoM) Australia mengumumkan peluang terjadinya La Nina untuk tahun ketiga berturut-turut sebesar 70 persen, yang kemungkinan akan kembali menyebabkan musim panas yang lebih basah dari biasanya.Penelitian terdahulu dari lembaga penelitian Australia, CSIRO, yang telah melacak musim-musim kebakaran Australia sejak 1930, menemukan bahwa meskipun La Nina dapat mengurangi risiko kebakaran dalam jangka pendek, tahun-tahun setelah sistem La Nina ini akan menjadi periode paling berisiko dalam hal kebakaran hutan.Studi tersebut mengaitkan hal ini dengan peningkatan ‘muatan bahan bakar’ seiring area vegetasi menjadi semakin lebat dan kemudian mengering akibat cuaca ekstrem yang lebih parah akibat perubahan iklim.*1 dolar Australia = 10.247 rupiahSumber: XinhuaLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Kawasan berikat pertama di China yang berfokus pada litbang dan inovasi mulai beroperasi
Indonesia
•
29 Aug 2024

China pimpin pengajuan paten hijau global dengan pangsa lebih dari 50 persen
Indonesia
•
09 Aug 2024

Peraturan perlindungan gletser Xizang di China akan berlaku mulai Oktober 2024
Indonesia
•
19 Aug 2024

COVID-19 - Ilmuwan Rusia: Butuh 18 bulan untuk kembangkan vaksin
Indonesia
•
22 Jul 2020


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
