Serangan roket di Afghanistan tewaskan delapan warga sipil

Serangan roket di Afghanistan tewaskan delapan warga sipil
Serangan roket menghantam Zona Hijau yang merupakan lokasi sejumah besar kedutaan besar dan perusahaan internasional di ibu kota Afghanistan, Kabul. (Gerd Altmann from Pixabay)

Bekasi, Jawa Barat (Indonesia Window) – Serangan roket menghantam Zona Hijau yang merupakan lokasi sejumah besar kedutaan besar dan perusahaan internasional di ibu kota Afghanistan, Kabul.

Serangan itu menewaskan sedikitnya delapan warga sipil dan melukai puluhan lainnya menurut laporan Al-Jazeera yang dikutip pada Sabtu (21/11).

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Tariq Arian, mengatakan ‘teroris’ memasang roket di truk kecil dan meledakkannya.

Penyelidikan sedang dilakukan untuk mengetahui bagaimana kendaraan itu masuk ke dalam kota tanpa terdeteksi, tambahnya.

“Berdasarkan informasi awal delapan orang tewas dan 31 lainnya luka-luka,” kata Arian.

Juru bicara Polisi Kabul, Ferdaws Faramarz, mengonfirmasi jumlah korban dan rincian yang sama.

Beberapa warga merekam proyektil yang diluncurkan dan mempostingnya di media sosial. Beberapa gambar yang beredar di Facebook menunjukkan mobil rusak dengan lubang di sisi bangunan.

Taliban membantah terlibat dalam serangan itu dengan mengatakan mereka tidak menembak membabi buta ke tempat-tempat umum.

“Serangan roket di kota Kabul tidak ada hubungannya dengan mujahidin Imarah Islam,” kata juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid.

Serangan itu diikuti sirene peringatan yang menggelegar dari kompleks kedutaan dan terjadi dua hari sebelum konferensi donor utama untuk Afghanistan di Jenewa, Swiss.

Kementerian Dalam Negeri juga mengatakan dua ledakan bom lengket kecil telah dilaporkan pada Sabtu pagi, termasuk satu ledakan yang menghantam sebuah mobil polisi, menewaskan satu polisi dan melukai tiga lainnya.

Departemen Luar Negeri AS mengumumkan pada Jumat malam (20/11) bahwa Menteri Luar Negeri Mike Pompeo akan bertemu dengan negosiator dari Taliban dan pemerintah Afghanistan di Qatar pada Sabtu.

Laporan: Raihana Radhwa

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here