Arab Saudi luncurkan kota modern nol karbon berpenduduk 1 juta

Arab Saudi luncurkan kota modern nol karbon berpenduduk 1 juta
Putera Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman meluncurkan proyek pembangunan kota nol karbon yang akan dibangun di NEOM, barat laut Arab Saudi yang menjadi rumah bagi satu juta orang, tanpa mobil dan jalan. (NEOM)

Jakarta (Indonesia Window) – Putera Mahkota Arab Saudi telah meluncurkan proyek pembangunan kota nol karbon yang akan dibangun di NEOM, barat laut Arab Saudi.

Proyek bernama The Line itu akan menjadi rumah bagi satu juta orang, tanpa memiliki mobil dan jalan, kata putera mahkota Mohammad bin Salman dalam sebuah video yang dirilis pada Ahad (10/1).

Kota itu akan membentang 170 kilometer dengan masyarakat masa depan yang saling terhubung, dan akan dibangun di lingkungan alami, katanya.

“Kita perlu mengubah konsep kota konvensional menjadi kota yang futuristik,” kata putera mahkota, seraya menambahkan bahwa pada tahun 2050, satu miliar orang harus pindah karena meningkatnya emisi karbon dioksida dan naiknya permukaan laut, menyebabkan 90 persen orang menghirup udara yang tercemar.

“Mengapa kita harus mengorbankan alam demi pembangunan? Mengapa tujuh juta orang meninggal setiap tahun karena polusi? Mengapa kita harus kehilangan satu juta orang setiap tahun karena kecelakaan lalu lintas? Dan mengapa kita harus menerima hidup kita yang terbuang percuma selama bertahun-tahun?”, ujarnya dalam video tersebut.

Al Arabiya mengutip pernyataan putera mahkota bahwa infrastruktur proyek tersebut akan menelan biaya antara 100 hingga 200 miliar dolar AS (sekira 1.419 triliun– 2.838 triliun rupiah). Proyek ini diumumkan setelah tiga tahun dalam perencanaan.

Putera mahkota juga mengatakan tulang punggung investasi untuk proyek Neom berasal dari Arab Saudi dan dana kekayaan kedaulatan kerajaan, yakni Dana Investasi Publik, serta investor lokal dan internasional.

Proyek tersebut merupakan tanggapan langsung terhadap beberapa tantangan paling mendesak yang dihadapi umat manusia, seperti infrastruktur, polusi, lalu lintas dan kepadatan penduduk.

Pembangunan kota revolusioner itu akan melestarikan 95 persen alam di dalam NEOM, dan akan dimulai pada kuartal pertama tahun ini.

Komunitas Line akan didukung dengan teknologi kecerdasan buatan, yang diterapkan pada kota positif karbon karena didukung oleh energi bersih.

Proyek pembangunan NEOM akan menjadi mesin ekonomi bagi Arab Saudi dan akan mendorong diversifikasi sejalan dengan program reformasi Visi 2030.

Selain itu, kota ini akan menciptakan 380.000 pekerjaan dan akan menyumbang 48 miliar dolar AS (sekitar 681,3 triliun rupiah) untuk Produk Domestik Bruto (PDB) domestik pada tahun 2030, kata putera mahkota.

Walkability atau area yang ramah pejalan kaki akan menentukan kehidupan di The Line dan layanan penting seperti sekolah, klinik medis, fasilitas rekreasi, serta ruang hijau, akan berada dalam jarak lima menit berjalan kaki.

Selain itu, solusi transportasi cepat dan mobilitas otonom akan memastikan bahwa tidak ada perjalanan yang lebih dari 20 menit.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here