
Kremlin sebut serangan ‘drone’ Ukraina ke Rusia berpotensi ganggu upaya perdamaian

Foto yang diabadikan pada 11 Maret 2025 ini menunjukkan sebuah bangunan tempat tinggal yang rusak di Wilayah Moskow, Rusia. (Xinhua/Bai Xueqi)
Serangan drone besar-besaran Ukraina terhadap Rusia di wilayah Moskow dan wilayah Kursk, dapat mengganggu upaya-upaya perdamaian.
Moskow, Rusia (Xinhua/Indonesia Window) – Serangan drone besar-besaran Ukraina terhadap Rusia dapat mengganggu upaya-upaya perdamaian, demikian disampaikan Juru Bicara (Jubir) Kremlin Dmitry Peskov pada Selasa (11/3).“Masih belum ada negosiasi... tetapi fakta bahwa tren yang sedang berkembang bisa terganggu secara signifikan itu benar,” ungkap Peskov, mengomentari pertanyaan apakah serangan tersebut dapat mengganggu potensi perundingan damai.
Foto yang diabadikan pada 11 Maret 2025 ini menunjukkan sebuah bangunan tempat tinggal yang rusak di Sapronovo, Wilayah Moskow, Rusia. Sistem pertahanan udara Rusia menembak jatuh 337 <em>drone</em> Ukraina dalam semalam, demikian diumumkan oleh Kementerian Pertahanan Rusia di kanal Telegram pada Selasa (11/3). Kementerian itu menguraikan bahwa 91 <em>drone</em> ditembak jatuh di Wilayah Moskow, 126 di Kursk, 38 di Bryansk, dan 25 di Belgorod. Menurut kantor berita TASS, itu merupakan serangan <em>drone</em> terbesar yang pernah diluncurkan Ukraina terhadap Rusia pada 2025. (Xinhua/Bai Xueqi)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Warga Australia rugi miliaran dolar akibat penipuan kartu kredit
Indonesia
•
24 Mar 2024

Trump peringatkan Netanyahu: Jika serang Iran lagi, Israel akan bertempur sendirian
Indonesia
•
09 Jun 2026

Kapal Induk USS Gerald R. Ford akan tinggalkan Timur Tengah dalam beberapa hari mendatang
Indonesia
•
30 Apr 2026

Kalah dalam pemilu UE, kanselir Jerman Olaf Scholz hadapi tekanan yang semakin besar
Indonesia
•
12 Jun 2024


Berita Terbaru

Perang AS-Iran masuk bulan keenam, ekonomi global masih bertahan? Ini jawaban IMF
Indonesia
•
12 Sep 2026

PBB: 1.500 warga Palestina terusir akibat pembongkaran Israel di Tepi Barat
Indonesia
•
12 Sep 2026

Aljazair putus hubungan diplomatik dengan UEA, duta besar diberi waktu 48 jam
Indonesia
•
12 Sep 2026

Houthi rebut kawasan Selat Bab al-Mandab, kuasai seluruh pesisir barat Yaman
Indonesia
•
12 Sep 2026
