Peneliti China gunakan kelenjar getah bening yang dikeringkan beku untuk pengobatan tumor

Gu Zhen (ketiga dari kiri), seorang peneliti dari Fakultas Ilmu Farmasi Universitas Zhejiang, mendiskusikan masalah penelitian dengan anggota timnya di sebuah laboratorium di Universitas Zhejiang di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China timur, pada 26 Februari 2024. (Xinhua/Universitas Zhejiang)
Sel T reseptor antigen kimerik (chimeric antigen receptor/CAR) yang dapat secara akurat mengidentifikasi dan menghilangkan sel tumor pada titik-titik tertentu telah disintesis dan digunakan dalam pengobatan klinis tumor hematologis.
Hangzhou, China (Xinhua) – Sebuah tim peneliti China menggunakan kelenjar getah bening yang dikeringkan beku untuk meningkatkan efek kuratif obat-obat antitumor, ungkap Universitas Zhejiang.Dalam beberapa tahun terakhir, obat sel menjadi makin penting sebagai terapi yang menargetkan tumor. Sel T reseptor antigen kimerik (chimeric antigen receptor/CAR) yang dapat secara akurat mengidentifikasi dan menghilangkan sel tumor pada titik-titik tertentu telah disintesis dan digunakan dalam pengobatan klinis tumor hematologis.Namun demikian, kendala ditemukan untuk membuat sel T CAR memainkan peran yang bertahan lama dan efisien di titik tumor padat.Para peneliti dari Fakultas Ilmu Farmasi Universitas Zhejiang dan Rumah Sakit Afiliasi Pertama Fakultas Kedokteran Universitas Zhejiang mengemukakan gagasan untuk memasukkan sel T CAR ke kelenjar getah bening, yang sering diangkat saat operasi tumor.Mereka menggunakan teknologi pengeringan beku (freeze-drying) untuk secara efektif menjaga struktur berpori dan bahan aktif kelenjar getah bening, kemudian menggunakannya sebagai medium untuk menyimpan dan memberikan obat sel antitumor, sehingga pengobatan menjadi lebih manjur dan tahan lama.Tim peneliti tersebut telah melakukan verifikasi melalui model hewan bahwa teknik baru ini dapat secara efektif menghambat kambuhnya tumor pascaoperasi, kata Gu Zhen dari Fakultas Ilmu Farmasi Universitas Zhejiang, salah satu peneliti.Penelitian ini telah dipublikasikan di jurnal Nature Materials.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Studi ungkap kebisingan lingkungan pengaruhi pemilihan pasangan pada hewan
Indonesia
•
13 Aug 2022

Wahanaa antariksa China Shenzhou-15 sukses ‘docking’ dengan kombinasi stasiun luar angkasa
Indonesia
•
30 Nov 2022

China luncurkan satelit eksperimental baru untuk uji coba teknologi komunikasi
Indonesia
•
08 Dec 2024

Studi sebut jantung manusia dapat tumbuhkan kembali sel otot pascaserangan jantung
Indonesia
•
20 Jan 2026
Berita Terbaru

Rusia luncurkan amunisi peledak jarak jauh 30 mm untuk cegat ‘drone’
Indonesia
•
07 Feb 2026

Satelit BeiDou sediakan layanan komunikasi darurat tanpa cakupan seluler
Indonesia
•
07 Feb 2026

24.000 kematian di AS terkait dengan polusi asap karhutla
Indonesia
•
07 Feb 2026

Jumlah warga Australia pengidap demensia ‘onset’ dini akan meningkat 40 persen pada 2054
Indonesia
•
06 Feb 2026
