
Studi sebut jantung manusia dapat tumbuhkan kembali sel otot pascaserangan jantung

Ilustrasi. (jesse orrico on Unsplash)
Jantung manusia dapat menumbuhkan kembali sel otot pascaserangan jantung, meningkatkan harapan akan pengobatan regeneratif untuk gagal jantung di masa mendatang.
Sydney, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Dalam sebuah penemuan pertama di dunia, tim ilmuwan di Australia menemukan bahwa jantung manusia dapat menumbuhkan kembali sel otot pascaserangan jantung, meningkatkan harapan akan pengobatan regeneratif untuk gagal jantung di masa mendatang.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Circulation Research itu mengungkap bahwa meski beberapa bagian jantung tetap membentuk jaringan parut pascaserangan jantung, sel otot baru juga terbentuk, fenomena yang sebelumnya hanya ditemukan pada tikus dan kini terjadi pada manusia untuk pertama kalinya, urai pernyataan dari Universitas Sydney Australia pada Selasa (20/1).
"Hingga saat ini, kita beranggapan bahwa, mengingat sel-sel jantung mati pascaserangan jantung, area-area pada jantung mengalami kerusakan permanen, sehingga kemampuan jantung dalam memompa darah ke organ-organ tubuh berkurang," ujar Robert Hume, research fellow di Universitas Sydney sekaligus penulis utama studi tersebut.
"Seiring waktu, kami berharap dapat mengembangkan terapi yang dapat meningkatkan kemampuan alami jantung untuk menghasilkan sel-sel baru dan meremajakan jantung pascaserangan," imbuh Hume, yang juga memimpin penelitian translasional di Baird Institute for Applied Heart and Lung Research di Australia.
Tim itu mencapai terobosan tersebut menggunakan sampel jaringan jantung hidup yang diambil dari para pasien yang sedang menjalani operasi bypass di Rumah Sakit Royal Prince Alfred Australia.
"Pada akhirnya, tujuannya adalah memanfaatkan penemuan ini untuk menghasilkan sel jantung baru yang dapat mengobati gagal jantung," tutur Profesor Sean Lal, penulis senior studi tersebut yang juga merupakan ahli kardiologi gagal jantung di Rumah Sakit Royal Prince Alfred.
Penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab utama kematian di dunia, dan serangan jantung dapat mengeliminasi sepertiga sel pada jantung manusia, ujar tim peneliti, sembari menambahkan bahwa penemuan itu menawarkan landasan menjanjikan bagi pengobatan regeneratif baru.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Situs pengamatan Lenghu di Qinghai tanda tangani proyek teleskop astronomis baru
Indonesia
•
31 Jul 2023

Feature – Atlet panahan Turkiye ungkapkan kekaguman pada teknologi mutakhir Universiade Chengdu
Indonesia
•
31 Jul 2023

Apple perkenalkan Apple Watch Ultra yang dirancang untuk kondisi ekstrem
Indonesia
•
10 Sep 2022

COVID-19 – Rusia kembangkan algoritma prediksi keparahan infeksi
Indonesia
•
18 Dec 2020


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
