
Ilmuwan China usulkan metode baru untuk terapi tumor yang sangat efisien

Sejumlah dokter dari departemen pencitraan medis bekerja di Rumah Sakit Rakyat Provinsi Guizhou di Guiyang, ibu kota Provinsi Guizhou, China barat daya, pada 24 Mei 2023. (Xinhua/Tao Liang)
Graphene quantum dots (GQD) menyasar tumor secara selektif, dengan tingkat penghambatan tumor setinggi 77,71 persen untuk penyuntikan intravena dan 93,22 persen untuk injeksi intratumoral, tanpa adanya efek samping yang tidak tepat sasaran.
Beijing, China (Xinhua) – Tim ilmuwan China memperkenalkan nanozyme bebas logam yang didasarkan pada titik-titik kuantum grafena (graphene quantum dots/GQD) untuk terapi tumor yang sangat efisien.Studi, yang dilakukan oleh sebuah kelompok peneliti yang dipimpin oleh Institut Ilmu Fisika Hefei yang berada di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China, itu dipublikasikan dalam jurnal Matter pada Kamis (11/1).Menurut studi itu, GQD memberikan sarana yang menjanjikan dan ekonomis dalam terapi kemodinamik (chemodynamic therapy/CDT) tumor. Namun, aktivitas katalitis yang terbatas pada GQD menimbulkan beragam tantangan yang besar untuk aplikasi klinisnya, terutama di bawah kondisi katalitis yang menyulitkan.Guna meningkatkan kinerja katalitis dari bahan pembantu nanokatalitis berbasis GQD, tim peneliti tersebut merancang GQD menggunakan strategi pendadahan diatomik (diatomic doping strategy).Menurut studi tersebut, GQD telah terbukti memiliki aktivitas peniruan peroksidase yang mengesankan. Hasilnya, GQD sangat efektif dalam menginduksi proses apoptosis dan ferroptosis sel kanker secara in vitro. GQD juga menyasar tumor secara selektif, dengan tingkat penghambatan tumor setinggi 77,71 persen untuk penyuntikan intravena dan 93,22 persen untuk injeksi intratumoral, tanpa adanya efek samping yang tidak tepat sasaran."Hasil GQD, yang terbuat dari selaput darah merah, itu sangat efektif dalam menangani tumor dengan sedikit efek samping," ujar Liu Hongji, anggota tim peneliti tersebut."Salah satu keunggulan nanozyme ini adalah bebas logam. Selain itu, nanozyme ini berfungsi sebagai biokatalis seperti peroksidase yang sangat baik," imbuh Liu.Nanozyme yang bebas obat-obatan, spesifik terhadap target, dan jinak secara biologis itu memiliki potensi yang besar sebagai biokatalis yang ampuh untuk digunakan dalam penanganan kanker yang aman, demikian menurut studi tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Residu susu berusia 3.000 tahun ditemukan di situs kuno Dataran Tinggi Tibet
Indonesia
•
20 Feb 2023

Kanada umumkan investasi untuk pengamatan Bumi melalui satelit
Indonesia
•
26 Oct 2023

Fasilitas pencitraan biomedis baru China tingkatkan pemahaman tentang penyakit
Indonesia
•
04 Nov 2022

Awak Rusia-AS bertukar pesawat antariksa awal musim gugur 2022
Indonesia
•
26 Nov 2021


Berita Terbaru

Peneliti China kembangkan baterai lithium-sulfur baru untuk bantu ‘drone’ terbang lebih jauh
Indonesia
•
12 May 2026

Aplikasi AI Libra dukung aktivitas korporasi dan bisnis
Indonesia
•
12 May 2026

China sertifikasi ‘batch’ pertama pilot ‘airship’ buatan dalam negeri untuk layanan komersial
Indonesia
•
10 May 2026

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026
