
Sel baterai lithium-ion kantung dapat terisi lebih dari 85 persen daya dalam waktu enam menit

Ilustrasi. ( Newpowa on Unsplash)
Sel baterai lithium-ion kantung (lithium-ion pouch battery cell) dapat terisi hingga lebih dari 85 persen daya dalam waktu enam menit, sembari mempertahankan kepadatan energi sekitar 240 watt-jam per kilogram.
Canberra, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Tim peneliti di Australia mengembangkan teknologi baterai baru yang dapat secara signifikan memangkas waktu pengisian daya kendaraan listrik (electric vehicle/EV), menurut sebuah penelitian.
Tim peneliti di Universitas Adelaide Australia menciptakan sel baterai lithium-ion kantung (lithium-ion pouch battery cell) yang dapat terisi hingga lebih dari 85 persen daya dalam waktu enam menit, sembari mempertahankan kepadatan energi sekitar 240 watt-jam per kilogram, ungkap sebuah pernyataan universitas yang dirilis pada Kamis (21/5).
Pengisian daya cepat (fast charging) merupakan kunci bagi adopsi EV, namun baterai berkapasitas tinggi saat ini cepat mengalami degradasi dan menghasilkan panas berlebih, sehingga menimbulkan risiko keselamatan, ujar Profesor Qiao Shizhang dari Universitas Adelaide, yang memimpin penelitian tersebut.
Terobosan yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Energy itu memanfaatkan katalisis reduksi anion antarmuka (interfacial anion-reduction catalysis) untuk mengatur reaksi pada bagian antarmuka, sehingga memungkinkan pengisian daya cepat tanpa mengorbankan konduktivitas ionik, urai Qiao, seraya menambahkan hal itu membentuk lapisan pelindung stabil yang sangat penting bagi kinerja dan stabilitas jangka panjang.
Penemuan ini menawarkan pendekatan baru untuk pengisian daya cepat baterai lithium-ion yang praktis dan berpotensi memungkinkan pengisian daya EV dalam hitungan menit tanpa mengorbankan masa pakai atau kepadatan energi, tutur Qiao.
"Sel uji kami menunjukkan kinerja yang sangat baik, mencapai retensi kapasitas sekitar 76 persen setelah 500 siklus (pengisian daya) enam menit," ujar Qiao, seraya menambahkan sel tersebut juga menunjukkan stabilitas yang sangat baik dalam pengisian daya selama 10 menit.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China mulai bangun kapal kontainer listrik besar untuk kurangi emisi karbon
Indonesia
•
08 Nov 2024

Minuman anggur sulingan berumur lebih dari 3.000 tahun ditemukan di China timur
Indonesia
•
15 Jan 2025

Feature – Menilik pengibaran bendera China yang terbuat dari ‘batu’ di Bulan
Indonesia
•
07 Jun 2024

Tingkat polusi udara yang tidak sehat kembali hantui Bangkok
Indonesia
•
26 Oct 2023


Berita Terbaru

FMIPA UI temukan spesies baru bakteri tahan panas
Indonesia
•
20 May 2026

Makin banyak makan gula, daya ingat makin menurun
Indonesia
•
20 May 2026

Feature – Qi Zai, panda cokelat langka yang memikat dari Pegunungan Qinling
Indonesia
•
20 May 2026

Ilmuwan ungkap jaringan komunikasi sel tersembunyi dengan teknik nanoskopi baru
Indonesia
•
18 May 2026
