China kerahkan satelit dalam upaya penyelamatan korban gempa magnitudo 6,8 di Xizang

Rumah-rumah yang rusak terlihat pascagempa bumi di Desa Tonglai, Changsuo, wilayah Dingri di Xigaze, Daerah Otonom Xizang, China barat daya, pada 7 Januari 2025. (Xinhua)
Satelit seri Gaofen dan satelit pemantau karbon ekosistem darat, dikerahkan untuk mengamati area yang terdampak gempa di Daerah Otonom Xizang, China barat daya.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – China mengerahkan sejumlah satelit pengindraan jarak jauh (remote sensing) guna menangkap citra daerah yang terdampak gempa di Daerah Otonom Xizang, China barat daya, setelah gempa bermagnitudo 6,8 mengguncang wilayah Dingri, China barat daya, pada Selasa (7/1) pagi waktu setempat.Delapan satelit, termasuk satelit seri Gaofen dan satelit pemantau karbon ekosistem darat, dikerahkan untuk mengamati area yang terdampak gempa, menurut Pusat Data dan Aplikasi Satelit Sumber Daya China (China Center For Resources Satellite Data and Application/CRESDA).Hingga Selasa sore waktu setempat, sejumlah satelit telah menangkap citra sebanyak delapan kali. Pusat tersebut mengatakan akan mengatur lebih banyak satelit dengan resolusi yang lebih tinggi untuk menangkap citra guna memberikan informasi yang lebih akurat mengenai situasi pascagempa.
Tim penyelamat melakukan upaya penyelamatan di sebuah desa di Changsuo, wilayah Dingri, Xigaze, Daerah Otonom Xizang, China barat daya, pada 7 Januari 2025. Hingga Selasa (7/1) pukul 15.00, sebanyak 95 orang dikonfirmasi tewas dan 130 lainnya terluka, setelah gempa bermagnitudo 6,8 mengguncang wilayah Dingri di Daerah Otonom Xizang, China barat daya, pada Selasa pagi waktu setempat. Gempa bumi terjadi pada pukul 09.05 Waktu Beijing (08.05 WIB), dengan pusat gempa berada di Tsogo, wilayah Dingri, Kota Xigaze. Sebanyak 27 desa dan sekitar 6.900 orang berada dalam radius 20 km dari pusat gempa tersebut. (Xinhua/Jigme Dorje)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Ilmuwan Rusia temukan cara percepat pengisian mobil listrik
Indonesia
•
17 Dec 2021

COVID-19 – Pakar: Gejala Omicron mungkin ringan, tapi tingkat infeksinya menghancurkan
Indonesia
•
10 Dec 2021

Peneliti uraikan alasan makhluk hidup hanya warisi mitokondria induk betina
Indonesia
•
18 Jul 2024

Menyusui bentuk ulang sistem imun untuk cegah kanker payudara
Indonesia
•
22 Oct 2025
Berita Terbaru

Rusia luncurkan amunisi peledak jarak jauh 30 mm untuk cegat ‘drone’
Indonesia
•
07 Feb 2026

Satelit BeiDou sediakan layanan komunikasi darurat tanpa cakupan seluler
Indonesia
•
07 Feb 2026

24.000 kematian di AS terkait dengan polusi asap karhutla
Indonesia
•
07 Feb 2026

Jumlah warga Australia pengidap demensia ‘onset’ dini akan meningkat 40 persen pada 2054
Indonesia
•
06 Feb 2026
