
Misi Shenzhou-18 bawa pulang sampel untuk penelitian kelayakhunian ekstraterestrial

Kapsul pembawa pulang (return capsule) wahana antariksa berawak Shenzhou-18, yang membawa astronaut Ye Guangfu, Li Cong, dan Li Guangsu, mendarat di situs pendaratan Dongfeng di Daerah Otonom Mongolia Dalam, China utara, pada 4 November 2024. (Xinhua/Lian Zhen)
Sampel yang dibawa wahana antariksa Shenzhou-18 meliputi mikroorganisme, material aloi, dan nanomaterial yang sulit disiapkan di Bumi.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Wahana antariksa Shenzhou-18 telah berhasil kembali ke Bumi dengan membawa 34,6 kilogram (kg) sampel eksperimen stasiun luar angkasa, yang meliputi mikroorganisme, material aloi, dan nanomaterial yang sulit disiapkan di Bumi, demikian dilaporkan Science and Technology Daily pada Senin (4/11).Sampel yang diambil tersebut siap untuk memajukan pengembangan laser serat antariksa, memfasilitasi pembuatan material ekstraterestrial, dan mengeksplorasi prospek kehidupan Bumi yang menyebar melalui kosmos.Kapsul pembawa pulang (return capsule) Shenzhou-18, yang mengangkut tiga astronaut China, telah kembali ke Bumi pada Senin dini hari waktu setempat, setelah menyelesaikan misi di stasiun luar angkasa selama enam bulan.Sampel-sampel eksperimen ilmiah yang dibawa pulang oleh wahana antariksa tersebut secara total meliputi 55 jenis, yang mencakup 28 proyek ilmu pengetahuan di berbagai bidang, seperti ilmu hayati antariksa, ilmu material antariksa, dan ilmu pembakaran gravitasi mikro.Spesimen-spesimen ilmu hayati tersebut terdiri dari archaea penghasil metana, mikroba tahan radiasi, dan mikroorganisme penghuni bebatuan. Spesimen-spesimen ini diharapkan dapat menjadi dasar ilmiah untuk penelitian potensi kelayakhunian lingkungan ekstraterestial dan mengevaluasi kapasitas mikroorganisme untuk beradaptasi dengan tantangan di luar angkasa.Sebagian dari sampel-sampel yang dibawa pulang merupakan pelapis optik, serat optik, dan aloi yang tahan suhu tinggi. Material-material inovatif ini berpotensi untuk merevolusi manufaktur bilah turbin kedirgantaraan generasi baru, laser serat yang disesuaikan dengan kondisi luar angkasa, serta perbaikan medis berpresisi.Shenzhou-18 juga membawa pulang nanopartikel yang berasal dari pembakaran metana, yang dimaksudkan untuk memfasilitasi sintesis material partikulat penting di masa depan bagi lingkungan ekstraterestrial.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Pusat pengujian tenaga hidrogen utama mulai beroperasi di China barat daya
Indonesia
•
10 Jan 2023

COVID-19 – Arab Saudi akan buka sejumlah pusat vaksinasi
Indonesia
•
23 Dec 2020

China mulai pemasangan sistem kontrol digital pada reaktor nuklir kecil
Indonesia
•
13 Apr 2024

Google laporkan terobosan dalam komputasi kuantum
Indonesia
•
28 Oct 2025


Berita Terbaru

China bantah AI-nya “meniru” AS: Kami membangunnya dengan kekuatan sendiri
Indonesia
•
10 Sep 2026

XPeng mulai produksi massal robot humanoid, IRON siap dijual ke dunia pada 2027
Indonesia
•
09 Sep 2026

Makam berusia lebih dari 4.000 tahun ditemukan di Saqqara, Mesir
Indonesia
•
09 Sep 2026

Huawei habiskan 319 triliun rupiah untuk riset, Mate XT 2 dan cip baru jadi hasilnya
Indonesia
•
07 Sep 2026
