
Saham AS jatuh setelah anjloknya saham Alphabet kembali picu kekhawatiran biaya investasi AI

Seorang 'trader' sedang bekerja di lantai bursa New York Stock Exchange di New York City, Amerika Serikat, pada 14 September 2026. (Xinhua/Liu Yanan)
New York City, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Saham-saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada Kamis (29/10), setelah Alphabet kembali memicu kekhawatiran terkait biaya investasi kecerdasan buatan (AI).
Indeks Rata-Rata Industri Dow Jones turun 132,54 poin atau 0,25 persen ke angka 52.342,56. Indeks S&P 500 melemah 23,59 poin atau 0,3 persen ke angka 7.720,39. Indeks Komposit Nasdaq merosot 365,13 poin atau 1,38 persen ke angka 26.184,72.
Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup menguat, sementara kerugian terpusat pada saham-saham yang berkaitan dengan teknologi dan tidak meluas ke pasar secara lebih luas.
Harga minyak ditutup melemah karena harapan akan dimulainya kembali perundingan damai AS-Iran mengimbangi kekhawatiran atas gangguan pasokan di Timur Tengah. Harga kontrak berjangka minyak mentah Brent ditutup turun 44 sen atau 0,38 persen di angka 114,88 dolar AS per barel.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ditutup turun 78 sen atau 0,76 persen di angka 102 dolar AS per barel.
Di sisi korporasi, saham Alphabet anjlok lebih dari 12 persen setelah perusahaan itu melaporkan pendapatan kuartal ketiga 2026 sebesar 127,58 miliar dolar AS, naik 25 persen secara tahunan (year on year/yoy) namun di bawah ekspektasi, dengan laba bersih turun ke angka 26,17 miliar dolar AS dan arus kas bebas negatif sebesar 9,07 miliar dolar AS.
Saham Microsoft turun tipis meskipun pertumbuhan layanan cloud Azure sebesar 48 persen mendorong hasil kuartalan yang kuat.
Saham Caterpillar merosot lebih dari 9 persen sehingga membebani Dow, sementara saham ServiceNow anjlok sekitar 27 persen dan Marvell turun 13 persen.
Saham Eli Lilly menguat lebih dari 6 persen setelah perusahaan menaikkan proyeksi pendapatannya, sedangkan saham Amazon dan Intel turun menjelang rilis laporan keuangan mereka setelah penutupan pasar.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Sektor manufaktur China berkontribusi terhadap stabilisasi rantai pasokan global
Indonesia
•
23 Sep 2022

Utang luar negeri Indonesia triwulan I 2022 turun
Indonesia
•
19 May 2022

Minyak naik saat prospek pasokan lebih ketat dan permintaan naik
Indonesia
•
25 May 2022

Urumqi di Xinjiang catat rekor jumlah wisatawan pada 2023
Indonesia
•
04 Jan 2024


Berita Terbaru

Feature – Kesepian jadi peluang bisnis, pasar mainan AI China tumbuh pesat, tembus 2,32 triliun rupiah
Indonesia
•
01 Nov 2026

Malaysia rugi 35,7 triliun rupiah akibat karhutla, 1.600 kematian dikaitkan dengan asap lintas batas
Indonesia
•
30 Oct 2026

Perubahan iklim ancam pangan Asia Tenggara, produksi padi turun 5 persen, jagung 6 persen
Indonesia
•
30 Oct 2026

Fokus Berita – SANY Indonesia Finance bidik pelanggan konstruksi dan tambang, siapkan perluasan jaringan di Tanah Air
Indonesia
•
30 Oct 2026
