Malaysia rugi 35,7 triliun rupiah akibat karhutla, 1.600 kematian dikaitkan dengan asap lintas batas

Foto dokumentasi menunjukkan Menara Kembar Petronas diselimuti kabut asap di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 10 September 2019. (Xinhua/Zhu Wei)

Kuala Lumpur, Malaysia (Xinhua/Indonesia Window) – Kabut asap yang melanda Malaysia pada 2026 diperkirakan telah menyebabkan sekitar 1.700 kematian dan kerugian kesejahteraan senilai 8 miliar ringgit, atau sekitar 1,97 miliar dolar AS, dengan sebagian besar kematian disebabkan oleh asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berasal dari luar negeri, menurut sebuah laporan pada Kamis (29/10).

*1 ringgit = Rp4.463 rupiah

**1 dolar AS = 18.128 rupiah

Menurut laporan yang disusun atas permintaan Federasi Manufaktur Malaysia (Federation of Malaysian Manufacturers/FMM), diperkirakan 1.700 kematian, dengan kisaran antara 1.300 hingga 2.300 kematian, dikaitkan dengan paparan jangka pendek partikel halus dari asap karhutla selama periode 1 Juli hingga 22 Oktober.

Sekitar 1.600 kematian dikaitkan dengan asap lintas batas. Jika diasumsikan bahwa asap karhutla tidak lebih beracun daripada partikel halus lainnya, perkiraan jumlah kematian turun menjadi sekitar 600.

Dengan menggunakan metode transfer manfaat standar, angka kematian tersebut merepresentasikan estimasi kerugian kesejahteraan senilai 8 miliar ringgit, dengan kisaran antara 3 miliar ringgit hingga 15 miliar ringgit.

Kabut asap tersebut juga mengganggu kegiatan operasional bisnis.

Survei FMM terhadap 86 lokasi anggota, termasuk 81 perusahaan manufaktur, menunjukkan 69 persen di antaranya mengalami dampak operasional, sementara 26 persen melaporkan gangguan dengan tingkat sedang atau signifikan, terutama akibat ketidakhadiran karyawan.

Hampir dua pertiga responden menyatakan mereka telah terdampak pada Agustus atau September.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait