
Saham Unitree Robotics melonjak 460,34 persen saat debut pertama di Bursa Shanghai

Sebuah robot yang dikembangkan oleh Unitree Robotics menampilkan tarian dalam pameran kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di tepi Danau Barat di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China timur, pada 24 Juni 2026. (Xinhua/Han Chuanhao)
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Unitree Robotics, salah satu perusahaan robotika terkemuka China, mencatatkan debut perdagangan saham yang gemilang pada Rabu (19/8), dengan harga sahamnya ditutup melonjak 460,34 persen di papan inovasi sains dan teknologi Bursa Efek Shanghai, yang dikenal sebagai STAR Market.
Debut Unitree Robotics di STAR Market bukan sekadar aksi penggalangan dana perusahaan. Hal ini menjadi bentuk validasi dari pasar modal terhadap industri yang tengah berkembang pesat sekaligus menunjukkan kepercayaan terhadap masa depan teknologi tinggi.
Pesannya jelas, yakni pasar modal menaruh kepercayaan pada pertumbuhan segmen teknologi baru dan industri robotika yang lebih luas.
Perusahaan tersebut juga memberikan gambaran mengenai kemampuan China dalam mengubah keunggulan rantai industri menjadi aplikasi kecerdasan buatan yang layak secara komersial.
Berbasis di Hangzhou, Unitree Robotics merupakan salah satu pemimpin penjualan robot humanoid dan robot berkaki empat di dunia.
Pada 2025, perusahaan tersebut mengirim lebih dari 5.500 unit robot humanoid, atau sekitar sepertiga dari total pengiriman global, sehingga menempati peringkat pertama di dunia.
Dinamika ini juga tercermin dari 116.000 perusahaan baru yang terdaftar di sektor robotika humanoid China pada paruh pertama 2026.
Kecerdasan berwujud (embodied intelligence) memiliki potensi sangat besar di China, yang memiliki pasar robotika luas seiring ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut mempercepat peningkatan industri dan mendorong pembangunan berkualitas tinggi.
Terintegrasi secara mendalam dengan ekosistem industri China yang komprehensif, industri ini membuka potensi permintaan di berbagai bidang, antara lain manufaktur pintar, layanan rumah tangga, dan operasi penanggulangan bencana.
Misalnya, robot humanoid telah digunakan untuk berperan sebagai petugas polisi lalu lintas, pelayan restoran dan penyortir paket di sejumlah kota di China seperti Hangzhou dan Shenzhen.
Jelas bahwa industri robotika tidak hanya akan mendorong otomatisasi di berbagai sektor industri di China, tetapi juga mendukung industrialisasi di negara-negara Global South.
Selain itu, industri ini dapat memenuhi kebutuhan praktis akan robot untuk menangani pekerjaan yang berbahaya, rumit, atau membutuhkan biaya tinggi.
Robot pembersih, misalnya, telah digunakan di sejumlah negara untuk melakukan pekerjaan yang sebelumnya rumit dan mahal, seperti membersihkan fasad kaca gedung-gedung tinggi.
Robotika merupakan bidang yang berkembang melalui kolaborasi global. Pencatatan saham Unitree Robotics di STAR Market bertepatan dengan pembukaan Konferensi Robot Dunia (World Robot Conference) yang digelar hingga Ahad (23/8), serta World Humanoid Robot Games yang akan berlangsung pada 22-26 Agustus.
Kedua ajang robotika di Beijing ini berfungsi sebagai wadah penting bagi para peserta dari seluruh dunia untuk mengkaji prospek penerapan di dunia nyata, memperlihatkan bagaimana mesin berbasis kecerdasan berwujud dapat mengubah wajah kehidupan manusia, serta melakukan pertukaran dan kerja sama di antara perusahaan-perusahaan robotika guna mendorong pembangunan bersama dan meningkatkan kesejahteraan manusia melalui industri ini.
Kedua ajang tersebut juga menjadi tempat untuk menguji prospek masa depan yang tercermin dalam pencatatan saham Unitree.
Pada akhirnya, keberhasilan Penawaran Umum Perdana (IPO) Unitree tidak akan diukur dari kenaikan harga saham pada hari pertama perdagangan, melainkan dari seberapa efektif ekosistem robotika China mengubah modal menjadi kemakmuran bersama.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Elon Musk jual saham Tesla senilai hampir 4 miliar dolar AS
Indonesia
•
09 Nov 2022

Harga batu bara acuan Agustus tembus 130,99 dolar AS per ton
Indonesia
•
04 Aug 2021

Eurostat: Inflasi zona euro diperkirakan capai 2,6 persen pada Juli 2024
Indonesia
•
01 Aug 2024

Neraca perdagangan Indonesia surplus 5,73 miliar dolar AS pada Oktober 2021
Indonesia
•
15 Nov 2021


Berita Terbaru

Investasi Hong Kong dan China di Indonesia tembus 320,5 triliun rupiah, lampaui Singapura
Indonesia
•
21 Oct 2026

Feature – Sinar matahari menjadi listrik, transfer teknologi dukung kemajuan Indonesia dalam transisi hijau
Indonesia
•
22 Oct 2026

APEC sepakati pernyataan kebijakan pembiayaan infrastruktur digital Asia-Pasifik
Indonesia
•
22 Oct 2026

Bebas visa dan QRIS antarnegara, Indonesia siapkan 1,9 juta kursi penerbangan untuk pasar wisata China
Indonesia
•
22 Oct 2026
