Saat ASEAN bersiap memasuki era AI, reformasi layanan publik jadi agenda bersama

Foto yang diabadikan pada 20 Juli 2026 ini memperlihatkan lokasi pemugaran pagar pembatas naga sisi barat di kuil ikonik Angkor Wat, Provinsi Siem Reap, Kamboja. (Xinhua/ANA)

Siem Reap, Kamboja (Xinhua/Indonesia Window) – Para pimpinan lembaga aparatur sipil dari seluruh ASEAN berkumpul di Kamboja barat laut pada Rabu (5/8) untuk menghadiri acara Kerja Sama ASEAN dalam Urusan Lembaga Aparatur Sipil (ASEAN Cooperation on Civil Service Matters/ACCSM) ke-23 dan pertemuan ACCSM+3 kedelapan.

Konferensi tingkat tinggi (KTT) tersebut berfokus pada percepatan inovasi dan peningkatan penyediaan layanan publik di seluruh kawasan.

Dalam pembukaan acara yang mengusung tema ‘Inovasi untuk Penyediaan Layanan yang Lebih Baik’ (Innovation for Better Service Delivery), Perdana Menteri (PM) Kamboja Hun Manet menyatakan bahwa pertemuan tersebut bertujuan untuk memperkuat kerja sama regional, menumbuhkan budaya keunggulan, serta membangun sektor publik yang tangkas, tangguh, dan siap menghadapi masa depan.

"Menyadari tingkat pengembangan yang beragam di ASEAN, tujuan kami adalah untuk mempersempit kesenjangan dan memastikan setiap negara mengadopsi teknologi baru, khususnya kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dengan laju yang berkelanjutan," ujar Hun Manet.

Dia menambahkan bahwa inovasi tata kelola yang sesungguhnya bertumpu pada penguatan institusi dan sumber daya manusia, bukan hanya pada alat-alat digital semata.

Sang PM juga berterima kasih kepada tiga mitra dialog utama ASEAN, yakni China, Jepang, dan Korea Selatan, atas komitmen kuat mereka dalam meningkatkan kerja sama regional di bidang inovasi dan transformasi digital pada layanan publik.

Wakil PM sekaligus Menteri Aparatur Sipil Kamboja Hun Many menyebutkan bahwa ACCSM telah menjadi sebuah platform regional yang vital selama lebih dari 40 tahun, mendorong pengelolaan aparatur sipil yang responsif dan berpusat pada masyarakat melalui pertukaran pengetahuan serta pengembangan kapasitas.

"Bersama-sama, kita telah memperkuat solidaritas regional, mendukung berbagai upaya untuk mempersempit kesenjangan pembangunan di antara negara-negara anggota, serta berkontribusi dalam membangun ASEAN yang lebih tangguh, inovatif, dinamis, dan berpusat pada rakyat," ujarnya.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait