
Rute maritim di Selat Hormuz dikendalikan Iran di utara dan Oman di selatan

Anak-anak bermain di tepi pantai di Desa Kumzar, Oman, pada 19 Februari 2025. Kumzar, sebuah desa nelayan terpencil di Semenanjung Musandam, Oman utara, terletak di sebuah pelabuhan terlindung di dekat jalur pelayaran strategis Selat Hormuz. (Xinhua/Wang Qiang)
Transit maritim melalui Selat Hormuz beralih ke sistem koridor ganda, yang menggabungkan rute utara yang dikendalikan oleh Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran dan jalur selatan yang baru dibuka di pesisir Oman.
London, Inggris (Xinhua/Indonesia Window) – Transit maritim melalui Selat Hormuz beralih ke "sistem koridor ganda," yang menggabungkan rute utara yang dikendalikan oleh Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran dan jalur selatan yang baru dibuka di pesisir Oman, demikian disampaikan sebuah perusahaan analisis maritim yang berbasis di London pada Ahad (5/4).
Menurut laporan yang dirilis oleh Windward, sebanyak 11 kapal transit di Selat Hormuz pada 5 April, mencakup tiga kapal inbound dan delapan kapal outbound. Semua kapal inbound adalah kapal tanker, sedangkan lalu lintas outbound terdiri dari kapal tanker dan kapal kargo.
Arus lalu lintas outbond terbagi di antara kedua rute tersebut. Lima kapal transit melalui koridor utara di dekat Pulau Larak, yang masih berada di bawah kendali IRGC, sementara tiga kapal lainnya menggunakan koridor selatan di garis pantai Oman.
Laporan itu menyebutkan bahwa rute utara terus beroperasi di bawah kendali IRGC yang berpusat di sekitar Pulau Larak. Sementara itu, kemunculan koridor selatan memungkinkan kapal-kapal untuk bisa transit di luar zona kendali semula.
Data menunjukkan bahwa koridor selatan mulai beroperasi pada 2 April, ketika tiga kapal, yang mencakup dua kapal tanker besar pengangkut minyak mentah dan satu kapal tanker pengangkut gas alam cair (liquefied natural gas/LNG), menggunakan rute tersebut. Hal ini menandai transit LNG pertama melalui Selat Hormuz sejak pecahnya konflik.
Pada tanggal 3, 4, dan 5 April, jumlah kapal yang menggunakan koridor selatan masing-masing sebanyak dua, empat, dan tiga kapal. Laporan tersebut mengatakan bahwa laju perkembangan itu mengindikasikan pergeseran pesat dari penggunaan awal yang terbatas menjadi operasional terkoordinasi yang melibatkan banyak kapal.
Selat Hormuz, jalur sempit yang krusial bagi pengiriman energi global, mengalami penurunan tajam dalam jumlah lalu lintas kapal usai aksi militer skala besar yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, serta serangan balasan yang dilancarkan oleh Iran setelahnya.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pemerintahan Trump akan perluas pengeboran minyak dan gas di Alaska
Indonesia
•
21 Mar 2025

Lembaga Amil Zakat SIP jajaki kerja sama pendampingan UMKM dengan KPMI Bogor
Indonesia
•
20 Jul 2025

Alphabet catat pertumbuhan 11 persen dalam laporan pendapatan Q3 2023
Indonesia
•
25 Oct 2023

Realisasi nilai investasi China di Jawa Tengah capai 2,14 triliun rupiah
Indonesia
•
07 May 2026


Berita Terbaru

FreeNow hadir di Morowali, investasi China diharapkan gerakkan ekonomi lokal
Indonesia
•
28 Oct 2026

Impor BBM Indonesia dari China bisa melonjak 8 kali lipat, dari 6,6 triliun rupiah jadi 54,45 triliun rupiah
Indonesia
•
28 Oct 2026

Arab Saudi simpan minyak mentah di Jurong Rock Caverns Singapura
Indonesia
•
26 Oct 2026

Danantara buka penjajakan dengan 11 perusahaan China, investasi PLTS dan hilirasasi mineral jadi sorotan
Indonesia
•
27 Oct 2026
