
Roket pengangkut seri Long March China lakukan peluncuran sukses ke-150

Sebuah kelompok satelit penginderaan jauh yang terdiri dari tiga satelit yang dibawa menggunakan roket pengangkut Long March-2D diluncurkan dari Pusat Peluncuran Satelit Xichang di Provinsi Sichuan, China barat daya, pada 27 Juli 2023. (Xinhua/Zhang Yingjian)
Roket pengangkut Long March-2D adalah wahana peluncuran dua tahap dengan daya dorong lepas landas sebesar 300 ton, serta mampu mengangkat muatan seberat 1,3 ton ke orbit melingkar sinkron matahari sejauh 700 kilometer di atas Bumi.
Xichang, China, 27 Juli (Xinhua) – China meluncurkan sebuah roket pengangkut Long March-2D pada Kamis (27/7) untuk menempatkan kelompok satelit penginderaan jauh yang terdiri dari tiga satelit di luar angkasa.Ketiga satelit dari keluarga Yaogan-36 tersebut diluncurkan pada pukul 04.02 Waktu Beijing (pukul 03.02 WIB) dari Pusat Peluncuran Satelit Xichang di Provinsi Sichuan, China barat daya, dan berhasil memasuki orbit yang telah ditentukan.Misi tersebut merupakan penerbangan ke-480 dari seri roket pengangkut Long March.Roket pengangkut seri Long March mencetak rekor baru dengan 150 peluncuran sukses berturut-turut.Peluncuran pada Kamis itu juga merupakan misi ke-78 dari roket pengangkut Long March-2D.Roket pengangkut Long March-2D adalah wahana peluncuran dua tahap dengan daya dorong lepas landas sebesar 300 ton.Roket ini mampu mengangkat muatan seberat 1,3 ton ke orbit melingkar sinkron matahari sejauh 700 kilometer di atas Bumi.Roket ini memiliki kemampuan peluncuran satelit tunggal dan multisatelit ke berbagai orbit. Roket ini dapat diluncurkan dari tiga pusat peluncuran satelit utama negara itu yang terletak di Jiuquan, Taiyuan, dan Xichang.Peluncuran pada Kamis tersebut juga merupakan misi peluncuran pertama roket pengangkut Long March-2D dari Pusat Peluncuran Satelit Xichang tahun ini.Guna memastikan pengoperasian lokasi peluncuran roket yang stabil saat iklim panas dan hujan selama musim panas, roket tersebut telah menjalani peningkatan dalam hal desain, produksi, penyimpanan, dan inspeksi berdasarkan pengalaman dari misi-misi sebelumnya. Sejumlah langkah guna memastikan ketahanan terhadap air dan hujan telah diterapkan untuk roket dan fasilitas peluncurannya.Berbagai tindakan, termasuk pasokan udara terus menerus ke bagian fairing (struktur logam atau plastik eksternal yang ditambahkan untuk meningkatkan perampingan dan mengurangi hambatan) satelit itu, telah dilakukan guna memastikan kondisi lingkungan yang lebih aman dan baik bagi satelit-satelit tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

NASA luncurkan misi baru untuk survei seluruh air di Bumi
Indonesia
•
17 Dec 2022

Ilmuwan kembangkan teknologi untuk produksi hidrogen langsung dari udara
Indonesia
•
09 Sep 2022

Indonesia butuh 200 peneliti nuklir untuk dukung PLTN 2032
Indonesia
•
10 Mar 2026

NASA dan SpaceX luncurkan misi berawak keenam ke stasiun luar angkasa
Indonesia
•
03 Mar 2023


Berita Terbaru

OpenAI akan tutup aplikasi video Sora
Indonesia
•
25 Mar 2026

Tes darah kini mampu deteksi kanker stadium dini menggunakan 4 protein utama
Indonesia
•
25 Mar 2026

Lab fisika partikel di Jenewa jadi yang pertama di dunia lakukan pemindahan antimateri
Indonesia
•
25 Mar 2026

Ilmuwan China ungkap alasan nyeri memburuk pada malam hari
Indonesia
•
21 Mar 2026
