
Roket Long March generasi baru China akan fasilitasi misi berawak ke Bulan dan Mars

Roket pengangkut Long March-3B yang mengangkut sebuah satelit eksperimental baru untuk teknologi komunikasi lepas landas dari Pusat Peluncuran Satelit Xichang di Provinsi Sichuan, China barat daya, pada 3 Desember 2024. (Xinhua/Yang Xi)
Roket Long March-10 akan meningkatkan kapasitas muatan orbit transfer Bulan negara tersebut dari 8,2 ton menjadi 27 ton.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Wahana peluncuran berawak generasi baru China, yaitu roket pengangkut Long March-10, akan meningkatkan kapasitas muatan orbit transfer Bulan negara tersebut dari 8,2 ton menjadi 27 ton, seperti diungkapkan Long Lehao, seorang perancang roket di China Academy of Launch Vehicle Technology (CALT).Long March-10 sedang dikembangkan untuk meluncurkan pesawat luar angkasa berawak generasi baru dan wahana pendarat untuk program pendaratan di Bulan oleh China, kata Long, yang juga seorang akademisi dari Akademi Teknik China.Pengembangannya berjalan dengan lancar, dan telah menyelesaikan pengujian sistem tenaga tahap pertama, ujarnya.Berdasarkan Long March-10, serangkaian konfigurasi turunan untuk misi berawak dan kargo ke stasiun luar angkasa negara itu dapat dikembangkan untuk tugas-tugas operasional stasiun tersebut dan untuk memenuhi persyaratan peluncuran berbagai satelit, katanya.Dia juga mengungkapkan bahwa roket pengangkut Long March-9, sebuah kendaraan peluncur pengangkut berat di masa depan, akan memiliki diameter 10,6 meter dan tinggi sekitar 114 meter. Roket ini akan memiliki kapasitas muatan orbit transfer Bulan sebesar 50 ton.Ditenagai oleh oksigen cair dan metana sebagai propelan kriogenik, Long March-9 dapat digunakan untuk meluncurkan misi berawak ke Mars di masa depan, ujar Long.Dia menyatakan bahwa kedua tahap Long March-9 akan sepenuhnya dapat digunakan kembali, dan telah dirancang untuk dipulihkan di laut.Sebuah video animasi CALT yang diputar di Pameran Penerbangan dan Kedirgantaraan Internasional China (China International Aviation and Aerospace Exhibition) ke-15 baru-baru ini menunjukkan tahap pertama roket yang dapat digunakan kembali dan menggunakan sirip-sirip jaring (grid fin) selama pendaratan, yang kemudian memungkinkan strukturnya untuk ditangkap oleh rel yang bergerak di anjungan lepas pantai. Video tersebut juga menunjukkan tahap kedua yang melakukan pendaratan bertenaga secara vertikal.Pengembangan roket pengangkut beban berat itu akan memberikan dorongan kuat bagi kemajuan industri dasar terkait, termasuk desain canggih, manufaktur mutakhir, bahan baku, dan komponen, kata Long.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Rusia jajaki suplai dan produksi bersama pesawat tempur Su-57 dengan mitra strategisnya
Indonesia
•
16 Nov 2023

Peternakan laut cerdas bantu modernisasi sektor perikanan Hainan
Indonesia
•
19 Jul 2023

Ilmuwan Rusia temukan fosil mammoth berusia 1 juta tahun
Indonesia
•
20 Aug 2020

SpaceX targetkan uji terbang Starship ke-11 dilakukan pertengahan Oktober 2025
Indonesia
•
01 Oct 2025


Berita Terbaru

China sertifikasi ‘batch’ pertama pilot ‘airship’ buatan dalam negeri untuk layanan komersial
Indonesia
•
10 May 2026

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026

Penelitian ungkap Selandia Baru diprediksi akan hadapi lonjakan tajam kasus kanker lambung
Indonesia
•
10 May 2026

Teknologi antarmuka otak-komputer bantu rehabilitasi pasien penyakit saraf
Indonesia
•
10 May 2026
