Fokus Berita – Robot humanoid China kian maju dengan interaksi emosional yang disempurnakan

Sebuah robot humanoid mengedipkan mata dalam ajang World Robot Conference 2024 di Beijing, ibu kota China, pada 21 Agustus 2024. (Xinhua/Chen Zhonghao)
Robot-robot humanoid dengan kemampuan interaksi emosional akan memainkan peran yang lebih besar di berbagai sektor termasuk perawatan kesehatan dan pendidikan, dengan penerapan yang potensial di bidang konseling psikologis dan manajemen kesehatan.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sembari membungkus nasi sushi dengan tangannya yang lincah, seorang ‘koki ahli’ atau ‘master chef’ berambut perak mencondongkan tubuhnya ke meja sushi dan fokus pada keahliannya dengan penuh dedikasi. Di depan sang koki, sabuk konveyor dipenuhi dengan sushi tuna yang beraroma harum dan sushi gulung yang lezat, membawa pengunjung dalam perjalanan imersif ke sebuah restoran sushi autentik yang terletak di kawasan permukiman di Tokyo.Namun, pada kenyataannya, para pengunjung tersebut dikelilingi oleh kumpulan robot humanoid, termasuk sang ‘master chef’ sendiri. Robot-robot itu, dengan penampilan yang sangat mirip dengan manusia asli, memiliki kerutan yang terlihat jelas di wajah dan urat nadi di bawah ‘kulit’ mereka, sehingga mengaburkan batas antara manusia dan mesin.Tampilan yang begitu jelas itu tidak lagi terbatas pada klip demo yang menarik perhatian, tetapi sekarang menjadi bagian dari demonstrasi oleh EX-Robots, sebuah perusahaan terkemuka di industri robotika China yang berbasis di Dalian. Di EX-Robots, banyak dari robot humanoid ini telah berkembang dari desain yang mulus dan futuristik menjadi bentuk yang sangat mirip dengan manusia, menumbuhkan suasana yang lebih alami dan santai untuk interaksi antara manusia dan robot.Menurut Li Boyang, salah satu pendiri sekaligus CEO perusahaan itu, kuncinya terletak pada ekspresi wajah yang disempurnakan dan kemampuan untuk membangun hubungan emosional dengan para pengguna."Dalam hal teknologi inti, fitur-fitur unik kami meliputi ekspresi wajah robot yang cerdas dan tangannya yang cekatan. Algoritma kami berfokus pada model besar multimodal yang meningkatkan kemampuan emosional dan perseptual, serta pengambilan keputusan yang pintar dan kemampuan interaksi layaknya manusia, seperti ucapan, ekspresi wajah, dan gestur," urai Li.Lebih lanjut, Li menyoroti bahwa perusahaannya berkomitmen untuk menyempurnakan cara robot dalam memahami dan merespons emosi manusia, terutama dalam percakapan dan saat membaca dengan suara keras. Penelitian ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk meningkatkan kemampuan kognitif robot, terutama keterampilan mereka dalam mengenali ekspresi wajah dan isyarat emosional.Saat ini, EX-Robots memproduksi antara 400 hingga 500 unit robot setiap tahunnya, sebagian besar digunakan di museum-museum dan institusi pendidikan. Kendati demikian, perusahaan itu memperkirakan bahwa seiring dengan menurunnya biaya produksi, akan ada berbagai penerapan yang lebih luas untuk robot-robot mereka di banyak bidang.Ke depannya, banyak pelaku industri termasuk Li meyakini bahwa robot-robot humanoid dengan kemampuan interaksi emosional akan memainkan peran yang lebih besar di berbagai sektor termasuk perawatan kesehatan dan pendidikan, dengan penerapan yang potensial di bidang konseling psikologis dan manajemen kesehatan.China, pemain global utama di sektor robot humanoid sekaligus pasar terbesar di dunia untuk penerapan robot, menyaksikan peningkatan fokus terkait penerapan robot dalam berbagai skenario yang memerlukan interaksi emosional. Sejumlah perusahaan termasuk EX-Robots berada pada garis terdepan gerakan ini, mendorong batasan tentang apa yang dapat dilakukan oleh robot.
Sebuah robot humanoid terlihat dalam ajang World Robot Conference 2024 di Beijing, ibu kota China, pada 21 Agustus 2024. (Xinhua/Ren Chao)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Ilmuwan China usulkan cara untuk capai produksi tanaman netral karbon
Indonesia
•
21 Feb 2023

COVID-19 – Ilmuwan Taiwan produksi vaksin khusus Omicron
Indonesia
•
12 Feb 2022

LIPI kembangkan singkong tanpa gluten
Indonesia
•
29 Sep 2019

Fosil humerus hewan herbivora berusia 15 juta tahun dipamerkan di Mongolia Dalam
Indonesia
•
10 Oct 2023
Berita Terbaru

Rusia luncurkan amunisi peledak jarak jauh 30 mm untuk cegat ‘drone’
Indonesia
•
07 Feb 2026

Satelit BeiDou sediakan layanan komunikasi darurat tanpa cakupan seluler
Indonesia
•
07 Feb 2026

24.000 kematian di AS terkait dengan polusi asap karhutla
Indonesia
•
07 Feb 2026

Jumlah warga Australia pengidap demensia ‘onset’ dini akan meningkat 40 persen pada 2054
Indonesia
•
06 Feb 2026
