
Penelitian evolusi dan diversifikasi kacang tanah beri referensi bagi praktik pemuliaan tanaman

Seorang petani membersihkan gulma di sebuah ladang kacang tanah di Zhangbaqiao, wilayah Baofeng, Provinsi Henan, China tengah, pada 7 Agustus 2023. (Xinhua/He Wuchang)
Riwayat evolusi dan diversifikasi fenotipe kacang tanah memberikan implikasi bagi praktik pemuliaan kacang tanah.
Zhengzhou, China (Xinhua/Indonesia Window) – Tim ilmuwan telah memublikasikan penelitian tentang riwayat evolusi dan diversifikasi fenotipe kacang tanah, yang memberikan implikasi bagi praktik pemuliaan kacang tanah.Tim peneliti internasional tersebut terdiri dari para peneliti yang berasal dari berbagai institusi seperti Akademi Ilmu Pertanian Henan (Henan Academy of Agricultural Sciences), Universitas Bari Aldo Moro, dan Wageningen University and Research (WUR). Tim tersebut memublikasikan hasil penelitiannya di jurnal akademik internasional Nature Genetics pada Selasa (13/8).Zheng Zheng, wakil kepala di Institut Pemuliaan Molekuler Tanaman di Akademi Ilmu Pertanian Henan, mengatakan bahwa kacang tanah yang dibudidayakan adalah tanaman biji minyak yang umum ditanam di seluruh dunia, tetapi faktor-faktor yang mengarahkan pada asal-usul dan diversifikasinya belum sepenuhnya dipahami. Hal ini membatasi pemanfaatan dan peningkatan sumber daya plasma nutfah kacang tanah.Dengan menggabungkan kloroplas dan data pengurutan genom menyeluruh (whole-genome sequence/WGS) dari kumpulan plasma nutfah yang besar, penelitian ini menemukan bahwa dua subspesies kacang tanah yang dibudidayakan kemungkinan besar muncul dari peristiwa alopoliploidisasi (allopolyploidization) dan domestikasi yang berbeda. Klaster genetik kacang tanah kemudian dibedakan dalam kaitannya dengan rute penyebaran dan upaya pemuliaan, kata Zheng.Dengan menemukan gen-gen kunci yang mengatur diferensiasi dari subspesies tersebut, para ilmuwan memperoleh nukleotida yang secara signifikan terkait dengan sifat-sifat fenotipik seperti pola pembungaan, pola pertumbuhan, berat kulit dan biji, serta kandungan minyak.Data yang dilaporkan dalam penelitian ini menyediakan sumber daya genomika yang penting bagi perbaikan genetika kacang tanah yang lebih lanjut dan lebih cepat, serta dapat berkontribusi bagi praktik pemuliaan tanaman, tutur Zheng.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Studi: Evolusi makhluk yang tumbuh besar terjadi 600 juta tahun yang lalu
Indonesia
•
02 Apr 2022

China mulai bangun kapal kontainer listrik besar untuk kurangi emisi karbon
Indonesia
•
08 Nov 2024

BRIN kembangkan pemecah gelombang lindungi kawasan pantai
Indonesia
•
08 Nov 2021

Penelitian: Gempa Noto di Jepang picu lebih banyak likuefaksi ketimbang gempa besar 1995
Indonesia
•
11 Mar 2024


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
