Feature – Peluang karier dorong minat anak muda Indonesia belajar bahasa Mandarin

Beberapa pengunjung tampak mengikuti sesi konsultasi dalam penyelenggaraan 'job fair' oleh ChineseRD yang diikuti sejumlah perusahaan China di Jakarta pada 18 April 2026. (Xinhua/Abdul Azis Said)

Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Setelah belajar bahasa Mandarin selama lebih dari dua tahun terakhir, Andita, yang sehari-hari bekerja sebagai teknisi di salah satu perusahaan di Bekasi, Provinsi Jawa Barat, mulai mempersiapkan diri untuk berburu peluang karier baru di perusahaan-perusahaan China di Indonesia. Dengan hubungan ekonomi kedua negara yang semakin mendalam, perusahaan lokal kini semakin banyak yang mencari pekerja dengan keahlian bahasa Mandarin untuk menunjang bisnis mereka.

Sejak akhir 2023, Andita mulai menyisihkan waktu luangnya sepulang bekerja untuk belajar bahasa Mandarin, mulai dari mengenali karakter Hanzi, mempelajari perbedaan bunyi nada, hingga percakapan sederhana sehari-hari. Harapannya, dengan keahlian bahasa ini, dirinya bisa bekerja untuk perusahaan China di Indonesia dengan gaji yang lebih tinggi dibandingkan pekerjaannya sekarang.

"Melihat ekonomi China yang semakin berkembang dan sekarang kita juga telah melihat secara langsung makin banyak perusahaan sukses China hadir di Indonesia, hal ini yang kemudian mendorong saya mulai belajar bahasa Mandarin. Jika tidak, akan semakin sulit berkompetisi di dunia kerja ke depannya," ujarnya saat ditemui di acara job fair yang diikuti belasan perusahaan China di Jakarta pada Sabtu (18/4).

Andita awalnya belajar bahasa secara mandiri, tetapi dalam setahun terakhir dia mulai mengikuti beberapa pelatihan daring, baik kelas umum maupun khusus, untuk mempercepat proses belajarnya. Meski biaya kursus bahasa tidaklah murah, Andita optimistis investasi terhadap kemampuan bahasa Mandarin akan sangat penting untuk menunjang kariernya di masa depan.

Di Indonesia, penyedia layanan kursus bahasa Mandarin semakin menjamur, terutama yang menyediakan kelas daring. ChineseRD, yang memiliki sekitar 145.000 pengikut di media sosial Instagram, termasuk salah satu yang populer dan menawarkan kursus baik untuk kebutuhan akademik maupun mencari kerja.

Learning advisor di ChineseRD Indonesia, Fadia, mengatakan jumlah pendaftar kursus dari kalangan pekerja terus menunjukkan peningkatan selama beberapa tahun terakhir. "Kebanyakan dari pendaftar ini sudah memiliki pengalaman kerja beberapa tahun, kemudian datang ke kami untuk mengikuti kursus bahasa Mandarin karena kemampuan bahasa menjadi salah satu kebutuhan untuk bisa mendapatkan promosi jabatan," ujarnya.

Tidak jauh berbeda dengan murid yang mengambil kursus bahasa untuk kebutuhan akademik, pelajar dengan rencana karier juga biasanya mengikuti kelas persiapan untuk mencapai tingkat kemahiran tertentu yang diuji melalui tes HSK. Para pekerja ini biasanya menargetkan untuk mencapai level HSK 3 atau HSK 4 yang merupakan persyaratan minimum di banyak perusahaan. Di luar kelas persiapan tes HSK, terdapat juga kelas bisnis yang dikhususkan bagi pekerja yang ingin memperdalam kemampuan bahasa untuk keperluan bisnis atau profesional.

Selain mengajar perorangan, ChineseRD juga bermitra dengan sejumlah perusahaan lokal untuk memberikan pelatihan khusus. Pelatihan ini biasanya dilakukan oleh perusahaan yang berencana mengembangkan bisnis dengan mencari mitra baru di China, kemudian melatih sejumlah karyawannya agar mahir berbahasa Mandarin.

Fenomena meningkatnya urgensi mempelajari bahasa Mandarin di kalangan pekerja ini sejalan dengan kerja sama antara Indonesia dan China yang terus tumbuh. Dari sisi perdagangan, China konsisten menjadi negara tujuan ekspor maupun asal impor terbesar bagi Indonesia, dengan nilai perdagangan kedua negara pada tahun lalu mencapai 154,58 miliar dolar AS, menandakan kenaikan 13,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia.

*1 dolar AS = 17.189 rupiah

China juga telah menjadi salah satu sumber terbesar investasi asing di Indonesia, dengan semakin banyak merek besar asal China berekspansi ke dalam negeri. Sepanjang 2021-2025, nilai investasi asal China mencapai 34,4 miliar dolar AS dan telah menyerap lebih dari 730.000 tenaga kerja lokal, menurut data dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi Indonesia. 

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait