Raja Salman kecam serangan Florida

Raja Salman kecam serangan Florida
Ilustrasi. (Photo by Max Kleinen on Unsplash)

Jakarta (Indonesia Window) – Pemimpin Kerajaan Arab Saudi, Raja Salman, menghubungi Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui sambungan telepon pada Jumat (6/12) untuk menyampaikan belasungkawa menyusul tiga orang warga AS yang terbunuh dalam serangan oleh seorang siswa Saudi di pangkalan Angkatan Laut AS di Pensacola, Florida.

Raja Salman mengungkapkan rasa simpatinya kepada keluarga dan teman-teman para korban dan berdoa agar mereka yang terluka dalam serangan itu cepat pulih, demikian laporan dari Arab News yang dikutip di Jakarta, Sabtu.

Raja Salman menekankan bahwa pelakunya, seorang siswa pelatihan Angkatan Udara Saudi, tidak mewakili warga Saudi “yang sangat menghormati rakyat Amerika.”

Raja Salman mengatakan Arab Saudi berada di samping AS pada situasi yang menyedihkan tersebut, dan bahwa rakyat Saudi sangat marah dengan tindakan si pelaku penembakan.

Raja Salman memerintahkan dinas keamanan Saudi untuk bekerja sama sepenuhnya dengan agen-agen Amerika yang relevan untuk berbagi semua informasi yang membantu mengungkap fakta di sekitar kasus penembakan itu.

Sejumlah pejabat Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan pernyataan belasungkawa melalui akun media sosial mereka.

Menteri Negara Urusan Luar Negeri Arab Saudi Adel Al-Jubeir mengatakan: “Simpati saya yang paling dalam dan belasungkawa yang tulus kepada rakyat Amerika, dan kepada keluarga mereka yang terkena dampak tragedi yang terjadi di Pensacola.”

Sementara itu, Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat Reema bint Bandar mengatakan bahwa dirinya bersama keluarga mereka yang terkena dampak penembakan itu.

“Orang-orang Saudi bersatu dalam kecaman mereka atas kejahatan ini,” katanya. “Kami berdiri dalam solidaritas bersama teman-teman Amerika kami selama masa-masa sulit ini.”

Menteri Luar Negeri Pangeran Faisal bin Farhan menggambarkan penembakan itu sebagai “kejahatan keji.”

“Kerajaan menyampaikan belasungkawa terdalamnya kepada keluarga para korban, dan kepada orang-orang Amerika. Kami salut dengan keberanian mereka yang menetralisir ancaman dan menyelamatkan nyawa,” katanya.

Wakil Menteri Pertahanan Pangeran Khalid bin Salman juga menyampaikan belasungkawa kepada mereka yang terdampak peristiwa tersebut.

Dia mengatakan bahwa seperti banyak personil militer Saudi, dia pun dilatih di pangkalan militer AS.

“Kami mengikuti pelatihan yang berharga itu untuk berjuang bersama dengan sekutu Amerika kami melawan terorisme dan ancaman lainnya,” kata Pangeran Khalid di Twitter.

“Sejumlah besar lulusan Saudi dari Stasiun Udara Angkatan Laut di Pensacola bergerak bersama rekan-rekan AS mereka di medan perang di seluruh dunia, membantu menjaga keamanan regional dan global. Peristiwa tragis hari ini sangat dikutuk oleh semua orang di Arab Saudi.”

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here