
AstraZeneca akan tarik vaksin COVID-19 menyusul adanya efek samping

Ilustrasi. Vaksin COVID-19 buatan AstraZeneca. (Mika Baumeister on Unsplash)
Produsen obat asal Inggris-Swedia AstraZeneca akan menarik kembali vaksin COVID-19 buatannya di seluruh dunia, setelah mengakui dalam dokumen pengadilan bahwa vaksin buatannya menyebabkan efek samping seperti pembekuan darah dan jumlah trombosit darah yang rendah.
Jakarta (Indonesia Window) – Produsen obat asal Inggris-Swedia AstraZeneca akan menarik kembali vaksin COVID-19 buatannya di seluruh dunia, sebut Telegraph, yang pertama kali melaporkan perkembangan tersebut, pada Selasa (7/5).Vaksin COVID buatan perusahaan tersebut tidak lagi dapat digunakan di Uni Eropa setelah perusahaan itu secara sukarela mencabut “izin edarnya”, kata laporan itu.Permohonan untuk menarik vaksin tersebut dibuat pada tanggal 5 Maret dan mulai berlaku mulai 7 Mei, menurut laporan tersebut, yang menambahkan bahwa permohonan serupa akan dibuat di Inggris dan negara-negara lain yang telah menyetujui vaksin tersebut, yang dikenal sebagai Vaxzevria, di Inggris.Sebelumnya, AstraZeneca telah mengakui dalam dokumen pengadilan bahwa vaksin buatannya menyebabkan efek samping seperti pembekuan darah dan jumlah trombosit darah yang rendah.Laporan Telegraph juga mengatakan bahwa dokumen hukum, yang diajukan pada bulan Februari lalu sebagai bagian dari proses gugatan class action, menyatakan bahwa vaksin perusahaan tersebut, "dalam kasus yang sangat jarang, dapat menyebabkan TTS".Trombosis dengan sindrom trombositopenia (Thrombosis with thrombocytopenia syndrome/TTS) adalah sindrom yang sangat langka, yang terjadi ketika seseorang mengalami pembekuan darah (trombosis) dan jumlah trombosit yang rendah (trombositopenia). Penyakit ini juga disebut sebagai 'trombositopenia trombotik imun yang diinduksi vaksin (vaccine-induced immune thrombotic thrombocytopenia VITT).Trombosis adalah pembentukan bekuan darah, yang dapat mengurangi aliran darah normal di pembuluh darah yang terkena.Trombositopenia adalah suatu kondisi dimana tidak terdapat cukup trombosit dalam darah. Trombosit membantu darah membeku (menggumpal), sehingga menghentikan pendarahan berlebihan (misalnya, jika Anda melukai diri sendiri).Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kondisi yang dikenal sebagai sindrom trombositopenia trombotik adalah “efek samping yang serius dan mengancam jiwa”.AstraZeneca yang terdaftar di Bursa Efek London mulai beralih ke vaksin virus pernapasan dan obat obesitas melalui beberapa kesepakatan tahun lalu setelah terjadi perlambatan pertumbuhan karena penurunan penjualan obat COVID-19.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Pemimpin Houthi peringatkan aksi balasan jika Israel lanjutkan serangan ke Gaza
Indonesia
•
04 Mar 2025

Kanselir Jerman tegaskan Eropa mitra AS, bukan bawahan
Indonesia
•
31 Jan 2026

Helikopter damkar bertabrakan di udara di California Selatan, 3 tewas
Indonesia
•
08 Aug 2023

G20 bantu negara miskin dunia hadapi pandemik
Indonesia
•
22 Nov 2020


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
