Kremlin sebut Putin dan Trump akan Bertemu di negara ketiga

Foto dokumentasi yang diabadikan pada 19 Desember 2019 ini menunjukkan juru bicara Kremlin Dmitry Peskov dalam sebuah konferensi pers di Moskow, Rusia. (Xinhua/Evgeny Sinitsyn)
Komunikasi tim kerja antara Rusia dan AS diperkirakan akan dibentuk dalam beberapa hari ke depan untuk mempersiapkan pertemuan tingkat tinggi.
Moskow, Rusia (Xinhua/Indonesia Window) – Juru bicara (jubir) Kremlin Dmitry Peskov dalam sebuah wawancara dengan media setempat pada Kamis (13/2) mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump "dengan cepat sepakat untuk berkoordinasi dan mengadakan pertemuan kerja di suatu lokasi di negara ketiga."Namun, lokasi final dari pertemuan kerja tersebut belum diputuskan, ujarnya, seraya menekankan bahwa pertemuan itu akan dilakukan sebelum pertukaran kunjungan kedua kepala negara.Komunikasi tim kerja antara Rusia dan AS diperkirakan akan dibentuk dalam beberapa hari ke depan untuk mempersiapkan pertemuan tingkat tinggi itu, tambah Peskov.Untuk kemungkinan perundingan damai, jubir Kremlin tersebut mengatakan bahwa Ukraina akan berpartisipasi dengan cara tertentu.
Foto menunjukkan sebuah bangunan yang rusak akibat serangan pasukan Ukraina di Lgov, wilayah Kursk, Rusia, pada 16 Januari 2025. (Xinhua/Vladimir)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait
Uji senjata hipersonik AS diwarnai kegagalan rudal
Indonesia
•
22 Oct 2021

Tak perlu izin untuk sholat Ied di Dua Masjid Suci
Indonesia
•
28 Apr 2022

Laporan sebut tank Israel lintasi ‘pagar teknis’ sepanjang perbatasan Israel-Lebanon
Indonesia
•
25 Jan 2023

Serangan udara Israel di Gaza utara tewaskan jubir Hamas
Indonesia
•
28 Mar 2025
Berita Terbaru

Faksi-faksi perjuangan Palestina pertahankan senjata
Indonesia
•
05 Feb 2026

Saat tegang dengan AS, Iran luncurkan pangkalan rudal bawah tanah baru
Indonesia
•
05 Feb 2026

Ancaman ISIS kian meningkat, rekrut teroris asing dan perkuat teknologi
Indonesia
•
05 Feb 2026

Jepang gelar pemilu saat musim ujian masuk universitas, PM Takaichi kena semprot
Indonesia
•
05 Feb 2026
