
Rudal Houthi hantam kapal komersial milik AS di dekat Yaman

Foto yang diabadikan pada 19 Februari 2020 ini menunjukkan pemandangan Pentagon yang terlihat dari sebuah pesawat di atas Washington DC, Amerika Serikat. (Xinhua/Liu Jie)
Kapal komersial milik Amerika Serikat dihantam rudal dari wilayah yang dikuasai kelompok militan Houthi di Yaman.
Washington, AS (Xinhua) – Sebuah kapal komersial milik Amerika Serikat (AS) dihantam rudal pada Senin (15/1) dari wilayah yang dikuasai kelompok militan Houthi di Yaman, demikian pernyataan militer AS.Komando Pusat (Central Command/CENTCOM) AS, dalam postingan di media sosial X, mengidentifikasi kapal tersebut sebagai M/V Gibraltar Eagle, sebuah kapal kontainer berbendera Kepulauan Marshall yang dimiliki dan dioperasikan oleh AS."Kapal itu melaporkan bahwa tidak ada yang terluka atau pun kerusakan signifikan" dari serangan yang terjadi sekitar pukul 16.00 Waktu Sanaa (20.00 WIB) tersebut, kata CENTCOM, seraya menambahkan bahwa kapal itu tetap melanjutkan perjalanannya meski telah diserang.CENTCOM juga mengatakan sekitar dua jam sebelum serangan rudal yang disebutkan di atas, "Militer AS mendeteksi sebuah rudal balistik antikapal yang dilancarkan ke arah jalur pelayaran komersial Laut Merah Selatan.""Rudal tersebut gagal dalam penerbangan dan jatuh di daratan Yaman. Tidak ada korban luka maupun kerusakan yang dilaporkan," ujarnya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Pria Palestina tikam dua tentara Israel di Israel tengah
Indonesia
•
06 Apr 2023

Presiden Meksiko tolak anjuran perjalanan yang dikeluarkan AS
Indonesia
•
14 Mar 2023

Mantan presiden Filipina Duterte masih calonkan diri sebagai wali kota meski ditahan ICC
Indonesia
•
13 Mar 2025

Masjidil Haram akan layani 70.000 jamaah umroh setiap hari
Indonesia
•
09 Sep 2021


Berita Terbaru

‘Shutdown’ picu kekurangan staf, waktu tunggu di bandara AS tembus 4 jam
Indonesia
•
27 Mar 2026

Lebih dari 350 kapal menunggu izin iran untuk lintasi Selat Hormuz
Indonesia
•
27 Mar 2026

Trump kembali tegaskan klaimnya bahwa perang Iran "jauh lebih cepat dari jadwal"
Indonesia
•
27 Mar 2026

Pentagon pertimbangkan kirim 10.000 pasukan darat tambahan ke Timur Tengah
Indonesia
•
27 Mar 2026
