Menlu Afsel: Tak satu pun anggota G20 punya hak unilateral untuk mengecualikan Afsel

Foto yang diabadikan pada 22 November 2025 ini menunjukkan suasana di lokasi penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelompok 20 (Group of 20/G20) ke-20 di Johannesburg, Afrika Selatan. (Xinhua/Chen Wei)
Presidensi Afsel di G20 menekankan kemitraan yang setara dengan Afrika dan Global South, serta perlunya mengatasi tantangan makroekonomi sistemis yang memengaruhi perekonomian-perekonomian berkembang.
Johannesburg, Afrika Selatan (Xinhua/Indonesia Window) – Tidak ada satu pun anggota Kelompok 20 (Group of 20/G20) yang memiliki hak unilateral untuk menyampingkan Afrika Selatan (Afsel), yang merupakan salah satu negara anggota pendiri, dari blok tersebut, demikian disampaikan Menteri Hubungan dan Kerja Sama Internasional Afsel Ronald Lamola pada Kamis (4/12).Lamola mengeluarkan surat terbuka yang ditujukan kepada Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Marco Rubio setelah Rubio mengkritik kebijakan dalam negeri Afsel dan pengelolaannya di G20 dalam sebuah unggahan di platform Substack pada Rabu (3/12).Menegaskan peran Afsel dalam G20, Lamola mengatakan bahwa presidensi Afsel di G20 menekankan kemitraan yang setara dengan Afrika dan Global South, serta perlunya mengatasi tantangan makroekonomi sistemis yang memengaruhi perekonomian-perekonomian berkembang."Sudah menjadi catatan publik bahwa AS memilih untuk tidak menghadiri pertemuan G20. Mengingat ketidakhadiran tersebut, anggapan bahwa Afsel 'menyabotase' konsensus bukan hanya tidak benar, melainkan juga salah memahami tujuan sesungguhnya dari sebuah forum seperti G20," ujar Lamola."Kepemimpinan sejati tidak berarti semua orang mendapatkan semua yang mereka inginkan; kepemimpinan sejati berarti semua orang merasa benar-benar didengarkan," imbuhnya.Menanggapi tuduhan mengenai kebijakan dalam negeri Afsel, Lamola menepis klaim bahwa pemerintah Afsel memperlakukan warga kulit putih di negara tersebut dengan buruk. "Hal itu sama sekali tidak benar", tutur Lamola.Menyoroti bahwa Afsel tidak mencari persetujuan AS untuk jalur yang ditempuhnya, Lamola menekankan, "Jalan kami adalah jalan kami sendiri, yang dipilih oleh rakyat kami dan dipandu oleh hukum kedaulatan kami. Namun, kami memang mencari, dan kami akan selalu mengulurkan tangan kemitraan yang saling menghormati."Dengan semangat kemanusiaan bersama dan keyakinan kuat terhadap masa depan yang positif, Afrika Selatan tetap terbuka terhadap dialog, berkomitmen untuk menjaga hubungan secara keseluruhan, imbuh Lamola.Secara kolektif, anggota G20 mewakili sekitar 87 persen PDB global, 62 persen populasi dunia, dan lebih dari 75 persen perdagangan global. Sepanjang tahun, perwakilan dari negara-negara G20 berkumpul untuk membahas isu-isu keuangan dan sosial ekonomi, dengan tujuan mendorong stabilitas dan kemakmuran ekonomi global.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

PBB apresiasi 7 inisiatif untuk majukan agenda restorasi ekosistem global
Indonesia
•
15 Feb 2024
Syeikh Assudais kecam serangan atas Aramco
Indonesia
•
16 May 2019

Iran desak gelar pertemuan luar biasa OKI terkait krisis kemanusiaan di Gaza
Indonesia
•
10 Aug 2025

Fokus Berita – Krisis kemanusiaan memburuk, jajaran pemimpin Eropa desak Israel hentikan serangan di Gaza
Indonesia
•
19 May 2025
Berita Terbaru

Iran akan anggap setiap langkah militer AS sebagai tindakan perang
Indonesia
•
30 Jan 2026

Penyelidikan pidana federal AS terhadap Ketua The Fed Jerome Powell terus bergulir
Indonesia
•
30 Jan 2026

Makin panas dengan AS, militer Iran integrasikan 1.000 ‘drone’ tempur
Indonesia
•
30 Jan 2026

PM Selandia Baru sebut negaranya tidak akan bergabung dengan Dewan Perdamaian usulan Trump
Indonesia
•
30 Jan 2026
